Simulasi Cicilan KPR Bila Manfaatkan Kebijakan DP Rumah 0 Persen

Yuli Yanna Fauzie | CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 06:44 WIB
BI memperpanjang kebijakan DP 0 persen bagi pembelian rumah dengan fasilitas KPR sampai Desember 2022. Ini simulasi cicilan KPR bila manfaatkan fasilitas itu. BI memperpanjang kebijakan DP 0 persen bagi pembelian rumah dengan fasilitas KPR sampai Desember 2022. Ini simulasi cicilan KPR bila manfaatkan fasilitas itu. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) belum lama ini memperpanjang aturan porsi uang muka (down payment/DP) nol persen bagi pembelian hunian yang menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan (KPR). Semula, aturan DP nol persen hanya berlaku sampai akhir tahun ini, tapi kini diperpanjang sampai Desember 2022.

DP nol persen berlaku untuk berbagai jenis properti, mulai dari rumah tapak, hingga ruko.

Masyarakat dapat memanfaatkan relaksasi ini di bank-bank yang memenuhi kriteria aturan DP nol persen, salah satunya yang punya rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) rendah.


Lantas, apakah relaksasi ini pantas digunakan untuk membeli hunian pada saat ini?

Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan masyarakat sangat bisa memanfaatkan relaksasi ini. Khususnya bagi mereka yang membutuhkan hunian dalam kurun waktu setahun ke depan.

"Kalau dibilang waktu yang tepat, ya tentu bisa dimanfaatkan. Apalagi yang masih muda-muda, biasanya suka bilang susah beli rumah karena terhambat nabung DP-nya. Nah sekarang DP-nya nol persen, bisa digunakan," ungkap Teja kepada CNNindonesia.com, Rabu (27/10).

Namun, Teja mengingatkan agar calon pembeli rumah tetap menyiapkan dana awal untuk keperluan administrasi. Sebab, pengeluaran membeli rumah di awal sejatinya bukan cuma DP, tapi juga biaya pengurusan jual beli dengan melibatkan notaris.

[Gambas:Video CNN]

Lalu, apa untung rugi DP nol persen?

Perlu diingat, ketika DP nol persen, maka nilai pinjaman KPR akan lebih besar atau penuh. Misalnya, harga rumah Rp600 juta, maka dana yang dipinjam juga sama.

Hal ini berarti ada beban utang besar yang perlu dibayar setelah KPR disetujui. Selanjutnya, besaran dana yang dipinjam ini akan menentukan besaran cicilan KPR yang dibayar tiap bulan dengan turut memperhitungkan tingkat bunga kredit dan tenor cicilan.

"Tentunya dengan DP rendah, maka besaran pinjaman lebih besar, cicilan bisa jadi besar, harus siap-siap, meski tergantung tenor dan bunganya juga. Jangan sampai cicilannya nanti memberatkan, ini perlu diperhitungkan," jelasnya.

Nah, bagaimana simulasi KPR jika DP nol persen? Perhitungannya bisa menggunakan aplikasi kalkulator KPR yang banyak disediakan oleh bank, agen pemasaran properti, hingga pengembang.

Berikut simulasinya:

Misalnya, Anda akan membeli rumah seharga Rp600 juta. Dengan kebijakan DP nol persen, maka tidak ada uang muka yang dibayarkan. Dengan begitu, nilai pinjaman dana ke bank sebesar Rp600 juta juga.

Lalu, perhitungan perlu besaran tingkat bunga KPR dan lama tenor pinjaman kredit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk KPR berada di kisaran 9,1 persen.

Nah, anggaplah bunga KPR yang Anda dapat 9,1 persen. Sementara tenor cicilan, umumnya berkisar 15-25 tahun, ambil lah tenor tengah 20 tahun.

Dengan tiga indikator ini, maka perkiraan cicilan kredit sebesar Rp5,43 juta per bulan. Besaran cicilan ini bisa dinaik atau turunkan sesuai dengan tingkat bunga KPR dan jangka waktu cicil yang mungkin bisa peminjam negosiasikan kepada bank.

Sebagai pembanding, misal pengajuan KPR tetap menggunakan DP, taruh lah 10 persen, maka jumlah pinjaman ke bank sebesar Rp540 juta. Bila bunga tetap 9,1 persen dan tenor 20 tahun, maka cicilan akan sebesar Rp4,89 juta per bulan.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER