Pemerintah Mau Belajar dari Thailand Datangkan Turis Tanpa Karantina

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 19:16 WIB
Pemerintah ingin belajar dari Thailand soal bagaimana cara mendatangkan turis tanpa harus melakukan karantina sebagaimana dilakukan oleh Thailand. Pemerintah ingin belajar dari Thailand soal bagaimana cara mendatangkan turis tanpa harus melakukan karantina sebagaimana dilakukan oleh Thailand. (Kris - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia ingin belajar dari Thailand yang tak lagi mewajibkan karantina dalam rangka mencegah penularan covid-19 kepada turis yang sudah divaksin. Kebijakan bebas karantina itu berlaku bagi turis yang mengunjungi Phuket, salah satu destinasi wisata andalan Thailand.

Ia mengatakan kebijakan itu diketahui langsung dari Perdana Menteri Thailand Prayut Chan o-cha saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (KTT IMT-GT) ke-13 yang baru saja digelar secara virtual pada hari ini. KTT tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Thailand sudah buat regulatory sandbox bahwa vaksin travel yang pergi ke Phuket itu tidak dikarantina. Itu sudah berlaku sejak Juni 2021," ungkap Airlangga dalam konferensi pers KTT IMT-GT, Kamis (28/10).


Dari kebijakan itu, sambungnya, jumlah turis di Thailand mulai meningkat usai jatuh akibat pembatasan mobilisasi dan aktivitas yang sempat diberlakukan. Begitu pula dengan nilai devisa dan penghasilan masyarakat sekitar.

"Tentu kita bisa belajar dari apa yang dilakukan Thailand dan kita sudah mulai buka Kepulauan Riau dan Bali. Tapi saat ini kita masih memberlakukan karantina dan PCR, serta kita belum bedakan berbasis vaksinasi," jelasnya.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan hasil KTT IMT-GT turut menginginkan agar para negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dapat segera membahas kebijakan travel bubble dan vaccinated travel lane bagi turis antar kawasan.

[Gambas:Video CNN]

"Ini bisa menjadi suatu standar baru, norma baru yang dianggap bisa untuk pemulihan pariwisata. Jadi travel bubble dan vaccinated travel lane ini bisa menjadi hal yang dibahas di level ASEAN," tuturnya.

Menurutnya, pembahasan dua kebijakan ini sangat perlu karena jumlah kunjungan turis antar sesama negara ASEAN 'terjun payung' akibat pandemi covid-19. Di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand saja misalnya, tercatat jumlah turis anjlok dari 42,7 juta orang pada 2019 menjadi 8,2 juta orang pada 2020.

Sementara tingkat pengangguran meningkat dari 4,2 persen menjadi 5 persen pada periode yang sama. Peningkatan ini salah satunya berasal dari pekerja di sektor pariwisata yang banyak kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER