Kemendagri Buka 6 Biang Kerok Dana Pemda Naik Sampai Akhir Tahun

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 06:25 WIB
Kemendagri menyebut ada enam faktor yang membuat dana pemerintah daerah banyak mengendap di bank sampai akhir tahun. Berikut rinciannya. Kemendagri menyebut ada enam faktor yang membuat dana pemerintah daerah banyak mengendap di bank sampai akhir tahun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan enam alasan dana simpanan pemerintah daerah (pemda) di perbankan cenderung naik pada akhir tahun jelang tutup buku. Namun, ia menyebut simpanan bakal turun signifikan setiap akhir Desember.

"Tren serapan realisasi akhir Desember setiap tahun fluktuatif dan cenderung meningkat tajam pada akhir tahun," kata Plt Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni pada webinar online, Senin (6/12).

Alasan pertama, karena umumnya tagihan atau kewajiban pembayaran ke pihak ketiga disampaikan pada akhir tahun.


Kedua, transfer dana tidak bisa segera masuk ke kas daerah karena dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) tahap terakhir menunggu proses administrasi dan dokumen pertanggungjawaban sebagai dasar pengajuan pencairan dana.

Ketiga, terjadi gagal lelang atau putus kontrak atau penundaan bayar karena diberikan kesempatan 50 hari kalender sampai dengan pekerjaan selesai sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Keempat, beberapa kegiatan daerah belum selesai karena masalah teknis, misalnya pembangunan jalan karena pembebasan lahan yang belum selesai.

Kelima, kecenderungan pemda menggenjot penerimaan daerah di akhir tahun, sehingga dana menumpuk di akhir tahun.

[Gambas:Video CNN]

Keenam, menumpuknya sisa dana hasil penghematan pemda, misalnya dana bagi hasil (DBH) reboisasi, DBH cukai hasil tembakau penerimaan tahun lalu yang belum dimandatkan dalam APBD tahun sekarang.

Peningkatan simpanan pemda kerap menjadi sorotan pemerintah pusat, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jokowi acap blak-blakan menegur pemerintah daerah (pemda) yang tidak menggunakan APBD dan masih mengendapkan dananya di bank daerah. Menurut dia simpanan pemda bukannya menurun, malah tambah besar menuju akhir tahun.

Ia menuturkan pada Oktober lalu APBD mengendap di bank sebesar Rp170 triliun dan pada saat ini atau November 2021 menembus Rp226 triliun.

"Para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota masih ada tadi pagi saya cek ke Menteri Keuangan, uang yang ada di bank ini sudah akhir November tingal sebulan lagi tidak turun, justru naik," ungkap Jokowi pada Rakornas Kementerian Investasi, Rabu (24/11).

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER