ANALISIS

Membaca Maksud Erick Thohir Ganti Dirut PLN

Yuli Yanna Fauzie | CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 07:04 WIB
Pengamat menilai ada sejumlah motif Menteri BUMN Erick Thohir mengganti direktur utama PLN dari Zulkifli Zaini ke Darmawan Prasodjo. Berikut rinciannya. Pengamat menilai ada sejumlah motif Menteri BUMN Erick Thohir mengganti direktur utama PLN dari Zulkifli Zaini ke Darmawan Prasodjo. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir tiba-tiba mengganti posisi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dari Zulkifli Zaini ke Darmawan Prasodjo. Pergantian langsung digelar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (6/12) kemarin.

Tak begitu jelas sebenarnya apa alasan Erick mengganti Zulkifli. Menurut catatan, kinerja perusahaan setrum pelat merah justru terbilang baik di era kepemimpinan mantan bankir tersebut.

Hal ini tercermin dari kinerja keuangan perusahaan, seperti laba bersih perusahaan yang naik 39,3 persen menjadi Rp5,99 triliun pada 2020 dan rasio utang yang turun sekitar Rp452,4 triliun.


Bahkan, ia menilai Zulkifli mampu mentransformasi PLN di tengah tugas menebar diskon listrik kepada 31,4 juta pelanggan di 2020 dan 32,6 juta pelanggan di 2021 kala pandemi covid-19 merebak.

"Bapak Zulkifli Zaini yang menjabat sejak Desember 2019, saya nilai telah memimpin perusahaan yang melayani kebutuhan hidup seluruh rakyat Indonesia dengan hati dan keikhlasan," ucap Erick saat serah terima jabatan Dirut PLN.

Maka dari itu, ia berterima kasih kepada Zulkifli atas kontribusinya kepada perusahaan negara selama ini. Sementara soal pergantian, Erick tidak mengungkap rinci alasannya. Ia hanya menitip beberapa pesan kepada Darmawan.

Salah satunya agar Darmawan bisa mulai melakukan perbaikan model bisnis dan membuat PLN lebih efektif. Selain itu, agar perusahaan dapat mengakselerasi bisnis dalam menghadapi tren baru seperti ekosistem kendaraan listrik.

"Transisi energi yang dilakukan PLN perlu dilakukan terobosan sehingga tidak membebani negara dan masyarakat," imbuhnya.

Sementara, Darmawan mengungkap ada tiga tugas khusus yang dititipkan Erick kepadanya. "Tadi Pak Menteri (Erick) hanya memberi tugas kepada saya sebagai direktur utama dan direksi yang ada bahwa ini ada tugas-tugas dan mohon dijalankan," ungkap Darmawan.

Pertama, mengatasi masalah kelebihan pasokan listrik (oversupply) dengan cara mengalihkan konsumsi masyarakat dari kompor gas ke listrik. Begitu juga dengan konsumsi kendaraan BBM ke mobil listrik.

Kedua, transisi energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT), namun dengan cara-cara yang tidak membebani APBN. Ketiga, mengelola utang PLN, meski di era Zulkifli sudah ada penurunan.

Bersambung ke halaman berikutnya...

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER