Bahlil Ancam Cabut Izin Investasi Mangkrak

CNN Indonesia
Kamis, 27 Jan 2022 20:14 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadia menegaskan 75 persen dari Rp708 triliun investasi yang sempat mangkrak bila tidak diselesaikan tahun ini akan dicabut izinnya. Menteri Investasi Bahlil Lahadia menegaskan 75 persen dari Rp708 triliun investasi yang sempat mangkrak bila tidak diselesaikan tahun ini akan dicabut izinnya. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengancam mencabut izin investasi yang sempat mangkrak dan tidak dapat diselesaikan pada tahun ini.

Sebetulnya, ia melanjutkan, 75 persen dari total investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun sudah rampung. "Dari 75 persen ini, kami targetkan tahun ini harus selesai. Kalau tidak selesai, take out (cabut). Kita anggap orangnya (investor) tidak serius," ujarnya dalam paparan realisasi investasi, Kamis (27/1).

Informasi saja, investasi yang sempat mangkrak, tapi saat ini rampung dikerjakan, yaitu Lotte Chemical. Lalu, pembentukan perusahaan patungan PT Pertamina (Persero) dan perusahaan migas Rusia, yakni Rosnef Oil Company.


"Contoh, besok itu pada kuartal II Lotte sudah konstruksi. Demikian pula Rosneft dan Pertamina sudah jalan, dan beberapa perusahaan lain juga sudah jalan," jelasnya.

Bahlil juga menyebut proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati A yang sudah rampung perizinannya oleh Kementerian Investasi, tetapi proyeknya belum juga berjalan karena salah satu investornya masih ingin mengubah kesepakatan.

"Tanjung Jati itu izinnya sudah kita selesaikan, tapi dia masih belum melakukan, karena dia mau ubah dari batu bara ke gas. Tapi kita pikir, tidak usah kita maui (setujui) juga," terang dia.

Sebab, menurut Bahlil, bukan pengusaha yang mengatur negara. Sebaliknya, negara mengatur pengusaha. Dengan catatan, pengusaha tidak semena-mena dan patuh pada aturan yang ada.

"Dari awal saya katakan bahwa pengusaha nggak boleh atur negara. Negara yang atur pengusaha selama pengusaha tidak dzalim, tidak semena-mena. Ini perusahaan dari Malaysia, ujug-ujug mau minta berubah. Mana bisa kita dimau-maui seperti itu. Tidak boleh, kita fair saja," imbuhnya.

Diketahui, Proyek PLTU Tanjung Jati A memiliki kapasitas 2x660 MW. Proyek ini merupakan hasil konsorsium antara perusahaan dengan YTL Jawa Energy BV, anak perusahaan energi asal Malaysia YTL Corp Bhd.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER