PLTN Zaporizhzhia Dikuasai Rusia, Ukraina Klaim Listrik Stabil

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Mar 2022 11:35 WIB
PLTN Zaporizhzhia Dikuasai Rusia, Ukraina Klaim Listrik Stabil
Perusahaan BUMN energi milik Ukraina menyatakan sistem energi mereka beroperasi stabil walau PLTN Zaporizhzhia dikuasai Rusia. Foto: (REUTERS/Stringer) .

Mereka menyebut pihak Rusia tak mengizinkan karyawan Ukrenergo memperbaiki saluran listrik.

"Mulanya mereka setuju untuk memperbaiki gardu induk dan saluran listrik, tetapi kemudian tidak mengizinkan spesialis untuk mengakses fasilitas yang rusak," tulis laporan tersebut.

Saat ini, sistem energi Ukraina beroperasi secara terpisah dan sedang bersiap untuk integrasi ke dalam sistem energi Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat yang sama, 13 stasiun distribusi gas dari Operator GTS Ukraina tetap terputus akibat penembakan oleh tentara Rusia.

Lusinan kota dan desa di Ukraina dengan ratusan ribu konsumen dibiarkan tanpa pasokan gas, seperti Irpin, Borodyanka, Gostomel, Stoyanka, Voznesensk, bagian dari Chernihiv, Izyum, dan Brazhkivka.

Kemudian Sirotino, Krasnopopivka, Donskoye, Novotroitskoye, Prystan, Oleshky, dan banyak lainnya.

"Situasi di kota Shchastia sangat kritis. Di perbatasan perhentian pasokan gas ke kota Toretsk (GDS Dzerzhinsk), boiler rumah dan toko roti telah dihentikan karena penembakan distribusi gas infrastruktur," terangnya.

Sebelumnya, dilaporkan pasukan Rusia menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang merupakan PLTN terbesar di Ukraina. Hal itu terjadi setelah PLTN itu terbakar akibat serangan Rusia pada Jumat (4/3) waktu setempat.

Pemerintah kawasan tempat PLTN Zaporizhzha berada mengonfirmasi pengambilalihan tersebut. Namun, mereka memastikan bahwa personel Ukraina akan tetap memantau operasional di PLTN itu.

"Personel operasional memantau kondisi unit-unit daya," demikian pernyataan pemerintah lokal Ukraina yang dikutip Reuters.

PLTN Zaporizhzhia sangat penting bagi kehidupan Ukraina. CNN melaporkan, PLTN ini menaungi enam dari total 15 reaktor nuklir untuk pembangkit listrik di Ukraina. Secara keseluruhan, PLTN ini memasok 40 persen tenaga nuklir di negara itu.

Ketika PLTN terbesar di Eropa ini terbakar, muncul kekhawatiran bencana, terutama jika reaktor nuklir meledak dan memicu peningkatan radiasi besar-besaran

(wel/chri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ukrenergo, perusahaan BUMN energi milik Ukraina, menyatakan warga tak perlu membatasi konsumsi listrik, walau Rusia berusaha menyebarkan informasi palsu tentang penghematan energi.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterbitkan Kabinet Ukraina pada Jumat (4/3) pukul 20.00 waktu setempat, hal itu disampaikan usai tentara Rusia menyerang dan menguasai PLTN Zaporizhzhia.

"Terlepas dari serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia, sistem energi Ukraina beroperasi secara stabil," tulis keterangan tersebut seperti dikutip pada Sabtu (5/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"International Atomic Energy Agency (IAEA) akan segera memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina," tulis keterangan itu.

Pemeriksaan pembangkit listrik tenaga nuklir dilakukan usai PLTN Zaporizhzhia diserang Rusia. Mereka juga mengatakan permintaan mematikan lampu di malam hari demi pembatasan konsumsi merupakan informasi keliru.

"Ukrenergo secara resmi menyatakan tidak ada alasan untuk membatasi konsumsi listrik. Sebaliknya, mematikan lampu secara massal dan peralatan listrik akan merumitkan keseimbangan sistem energi Ukraina," jelasnya.

Lebih lanjut, akibat kerusakan pada bagian pipa utama, pasokan energi panas ke kota saat ini tidak dimungkinkan.

Sehingga, spesialis PLTN Zaporizhzhia sedang dikerahkan dalam keadaan darurat dan layanan penghangat dijadwalkan tersedia pada Sabtu (5/3).

Walau mengklaim sistem energi Ukraina beroperasi secara stabil, Ukrenergo mengakui saat ini hanya satu unit daya yang beroperasi di bawah kendali staf pembangkit listrik tenaga nuklir.

Unit daya lainnya telah disetel ke mode aman dan diputus dari sistem daya. Dispatcher disebut berhasil menyeimbangkan sistem dari hilangnya kapasitas sebagian pembangkit.

"Pengoperasian jaringan dipertahankan dan frekuensi standar 50 Hz terjaga ke semua wilayah Ukraina," imbuhnya.

Sementara itu, jumlah pemukiman tanpa energi bertambah di wilayah yang mengalami serangan lanjutan. Pekerjaan perbaikan dimulai segera setelah spesialis dapat mencapai jaringan listrik dan gardu induk yang rusak.

"Tidak ada perubahan status radiasi di wilayah Zaporizhzhia yang tercatat, radiasi gamma dalam batas normal," jelasnya.

Lanjut ke sebelah...

Rusia Disebut Larang Ukraina Perbaiki Saluran Listrik

Perusahaan BUMN energi milik Ukraina menyatakan sistem energi mereka beroperasi stabil walau PLTN Zaporizhzhia dikuasai Rusia. Foto: (REUTERS/Stringer) .

Mereka menyebut pihak Rusia tak mengizinkan karyawan Ukrenergo memperbaiki saluran listrik.

"Mulanya mereka setuju untuk memperbaiki gardu induk dan saluran listrik, tetapi kemudian tidak mengizinkan spesialis untuk mengakses fasilitas yang rusak," tulis laporan tersebut.

Saat ini, sistem energi Ukraina beroperasi secara terpisah dan sedang bersiap untuk integrasi ke dalam sistem energi Eropa.

Pada saat yang sama, 13 stasiun distribusi gas dari Operator GTS Ukraina tetap terputus akibat penembakan oleh tentara Rusia.

Lusinan kota dan desa di Ukraina dengan ratusan ribu konsumen dibiarkan tanpa pasokan gas, seperti Irpin, Borodyanka, Gostomel, Stoyanka, Voznesensk, bagian dari Chernihiv, Izyum, dan Brazhkivka.

Kemudian Sirotino, Krasnopopivka, Donskoye, Novotroitskoye, Prystan, Oleshky, dan banyak lainnya.

"Situasi di kota Shchastia sangat kritis. Di perbatasan perhentian pasokan gas ke kota Toretsk (GDS Dzerzhinsk), boiler rumah dan toko roti telah dihentikan karena penembakan distribusi gas infrastruktur," terangnya.

Sebelumnya, dilaporkan pasukan Rusia menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang merupakan PLTN terbesar di Ukraina. Hal itu terjadi setelah PLTN itu terbakar akibat serangan Rusia pada Jumat (4/3) waktu setempat.

Pemerintah kawasan tempat PLTN Zaporizhzha berada mengonfirmasi pengambilalihan tersebut. Namun, mereka memastikan bahwa personel Ukraina akan tetap memantau operasional di PLTN itu.

"Personel operasional memantau kondisi unit-unit daya," demikian pernyataan pemerintah lokal Ukraina yang dikutip Reuters.

PLTN Zaporizhzhia sangat penting bagi kehidupan Ukraina. CNN melaporkan, PLTN ini menaungi enam dari total 15 reaktor nuklir untuk pembangkit listrik di Ukraina. Secara keseluruhan, PLTN ini memasok 40 persen tenaga nuklir di negara itu.

Ketika PLTN terbesar di Eropa ini terbakar, muncul kekhawatiran bencana, terutama jika reaktor nuklir meledak dan memicu peningkatan radiasi besar-besaran


HALAMAN:
1 2