Nasib Mal Ibu Kota, Kian Sepi Terperangkap Pandemi

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 09:45 WIB
Sejumlah mal ibu kota tergilas zaman, seperti Plaza Semanggi dan Poins Square yang semakin ditinggalkan oleh pengunjung. Sejumlah mal ibu kota tergilas zaman, seperti Plaza Semanggi dan Poins Square yang semakin ditinggalkan oleh pengunjung. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Di lantai Upper Ground (UG) Mal Plaza Semanggi (Plangi), Jakarta Selatan, terdapat pameran yang menampilkan lebih dari 50 foto dari masa kejayaan pusat perbelanjaan tersebut sebelum pandemi.

Setiap bingkai memperlihatkan berbagai acara besar Plangi periode 2015 hingga 2018 yang terbilang meriah dan penuh keramaian, terlihat dari puluhan pengunjung yang foto bersama sambil tersenyum lebar.

Namun pemandangan tersebut tinggal kenangan. Tengoklah, lorong-lorong yang dulunya dipenuhi pengunjung, kini berisi lebih banyak patung manekin. Tembok mal yang saat baru buka warnanya putih cemerlang sekarang sudah berubah menjadi kekuning-kuningan.


Dari pintu masuk sampai ujung lorong, terdapat deretan toko-toko yang tutup dengan tulisan 'Disewakan', beserta nomor telepon yang dapat dihubungi jika minat menyewa.

Lagu bertajuk 'Don't Stop Believing' oleh Journey diputar, seolah memberi harapan bagi pengelola mal dan para penghuninya untuk tetap bertahan. Hanya ada satu atau dua orang lalu-lalang, mereka pun hanya menengok ke dalam toko, tanpa berbelanja.

"Kadang cuma mampir depan sini terus balik, datang sebentar lalu pergi. Pengunjung juga bertanya kenapa sepi, karena mau ada renovasi," kata Indah, seorang pemilik toko yang menjual aksesoris dan pernak-pernik Bali kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/5).

Selama pandemi, ia akui penjualan memang sedikit, tidak sampai Rp1 juta. Bahkan, omzetnya bisa nol rupiah dalam sehari.

"Pernah (menghasilkan) Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Bergantung, ini saja kemarin kosong (penjualannya). Hari ini juga belum ada pembeli," ucapnya.

Meski Lebaran kemarin sempat membawa harapan, yakni pengunjung bertambah, tetapi kini pendatang mulai menurun lagi.

Walaupun kondisi mal yang ia tempati sepi, Indah mengatakan ia belum ada rencana pindah karena tokonya pun ia urus seorang diri.

"Saya di sini saja dulu soalnya terbatas tenaganya juga, ini saya jaga toko sendiri dan olah bisnis sendiri," kata Indah.

Seorang pengunjung bernama Erwin sudah lama sering berkunjung ke mal tersebut, sejak tujuh tahun yang lalu. Ia mengaku dulu suka berlama-lama di Plangi karena ada Gramedia. Namun karena sudah tutup, ia hanya sekadar mampir pulang kerja.

"Karena rumah memang dekat, jadi kalau pulang tengah malam bisa jalan pulang dari sini," katanya.

Sejak pandemi, ia semakin jarang pergi ke Plangi. Karena banyak toko yang dulu ia kunjungi sekarang tutup semenjak mal sepi pengunjung. Berdasarkan pengamatannya, toko-toko pun sudah mulai tutup jauh sebelum pandemi.

"Iya sepi karena memang begitu, banyak yang tutup. Saya masih suka ke sini, tapi karena banyak juga yang tutup jadi enggak sesering dulu," kata Erwin.

General Manager Corporate Public Relation untuk Lippo Group pengelola Plaza Semanggi Nidia Niekmasari Ichsan mengakui angka pengunjung mal menurun.

"Perubahan ini sangat dinamis dan kita akui Plaza Semanggi mengalami penurunan pengunjung," ujar Nidia.

Menurutnya, tren penurunan ini terjadi akibat perubahan perilaku masyarakat dalam berkunjung ke mal.

"Tren pengunjung menurun seiring perubahan tren di masyarakat terhadap kebutuhan masyarakat berkunjung ke mal," jelasnya.

Ia mengatakan Lippo Group sedang melakukan perbaikan campuran penjual alias tennant mix, serta renovasi mal agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebut sebetulnya, alasan mal sepi pengunjung adalah ketidakmampuan pengelola pusat perbelanjaan untuk menanggapi tren belanja masyarakat.

"Saat ini fungsi pusat perbelanjaan bukan sekadar tempat berbelanja tapi sudah memiliki berbagai fungsi lain, salah satunya sebagai pusat koneksi sosial," tutur Alphonzus.

Ia mengatakan di era pasca-pandemi ini, pusat perbelanjaan tidak bisa hanya berperan sebagai tempat belanja saja. Melainkan harus ada nilai lebih yang menarik masyarakat datang karena saingan mereka adalah penjualan online atau e-commerce.

"Pusat perbelanjaan yang hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja akan berhadapan langsung dan bertarung dengan online," sebutnya.

Mal yang senasib dengan Plangi adalah Poins Square. Dari jauh, tulisan POINS warna merah yang menjadi ciri khas mal terlihat kusam dan berkarat. Hal ini mencerminkan kondisi mal tua yang sudah jauh dari masa kejayaannya.

Mal ini dulunya dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan hits di kawasan Jakarta Selatan karena letaknya di perbatasan antara ibu kota dengan Tangerang Selatan.

Jika dibandingkan, Poins Square sedikit lebih ramai dibandingkan Plaza Semanggi. Namun, pemandangan toko tutup permanen membuat mal samping stasiun MRT tersebut terlihat hening bagaikan rumah tertinggal.

Walau berjualan di mal sepi, Watri, penjaga toko baju Lee masih optimis tokonya akan bertahan. Toh, jumlah pengunjung sudah naik, meski tipis, dibanding saat awal pandemi.

"Semenjak pandemi sepi, mungkin karena orang takut terkena covid-19. Sekarang sudah mendingan," imbuhnya yang duduk bersandar pada toko yang sudah tutup sambil menjaga dagangannya di seberang mata.

Watri mengungkapkan toko-toko di sekitarnya sudah mulai tutup satu per satu sejak puncak pandemi di 2020. Karena banyak yang ingin mencari tempat yang lebih ramai pengunjung.

"Pada mulai tutup sekitar 2020 lalu, pas puncaknya pandemi. Yang di bawah sama di atas, masih ada beberapa yang bertahan tapi sedikit," ucapnya.

Omzet Watri pun sudah turun lebih dari 50 persen sejak pandemi, hingga mencapai Rp1 juta per hari. Sedangkan, sebelumnya ia bisa menghasilkan sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per hari.

Ketinggalan Zaman

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER