5 Daftar Negara Eropa yang Alami Krisis Gas Akibat Sanksi Rusia

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 13:12 WIB
Sedikitnya 5 negara di Eropa mengalami krisis gas imbas dari sanksi larangan impor Rusia. Berikut rinciannya. Sejumlah negara di Eropa mengalami krisis gas imbas dari sanksi larangan impor Rusia. (AFP/Nikolay Doychinov).
Jakarta, CNN Indonesia --

Negara-negara Uni Eropa (UE) tengah menghadapi krisis gas imbas sanksi larangan impor dari Rusia. Dilansir dari Reuters pada Kamis (23/6), UE memang mengandalkan 40 persen dari kebutuhan gas dari Rusia sebelum negara itu menginvasi Ukraina.

Meskipun beberapa negara sudah mampu memangkas ketergantungan energi mereka terhadap Rusia, muncul kekhawatiran bahwa krisis energi ini akan membuat warga tidak siap menghadapi musim dingin yang akan datang. Untuk mengatasi krisis gas tersebut, negara di Benua Biru mulai memutar otak.

Beberapa negara seperti Jerman dan Austria bahkan, membatalkan sementara rencana penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara demi mengatasi krisis itu.


Selain itu ada beberapa negara lain yang mengalami masalah sama. Berikut daftar negara Eropa yang mengalami krisis energi di tengah sanksi Rusia:

1. Jerman

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengakui negaranya sangat bergantung dengan gas dari Rusia. Namun, Jerman berhasil mengurangi impor gas dari Rusia dari 55 persen menjadi 35 persen sebelum perang di Ukraina.

Habeck mengatakan pengurangan pasokan merupakan serangan ekonomi dan bagian dari rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menimbulkan ketakutan.

"Situasinya serius, oleh karena itu kami terus memperkuat tindakan pencegahan dan mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengurangi konsumsi gas," ungkap Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, dikutip dari CNN.

2. Austria

Sebanyak 80 persen gas yang ada di Austria diimpor dari Rusia . Untuk mengatasi krisis energi, Austria akan membuka kembali pembangkit listrik tenaga batu bara.

Pemerintah Austria mengatakan akan bekerja sama dengan pemasok listrik Verbund Group untuk mengaktifkan kembali pembangkit listrik di kota selatan Mellach.

3. Denmark

Perusahaan energi terbesar Denmark mengatakan Rusia menghentikan pasokan gasnya karena menolak membayar dalam rubel. Akibatnya Denmark memasuki fase awal dalam menghadapi krisis energi.

Dalam fase tersebut, pemerintah akan meningkatkan produksi batu bara guna mengurangi ketergantungan terhadap gas Rusia.

4. Belanda

Pemerintah Belanda mengumumkan negara sudah memasuki fase peringatan awal dalam menghadapi krisis energi. Dalam fase tersebut, pemerintah akan meningkatkan produksi batu bara guna mengurangi ketergantungan terhadap gas Rusia.

Belanda, yang mengimpor sebanyak 15 persen gasnya dari Rusia, sudah membeli gas alam cair dan mengurangi konsumsi gas. Tetapi pemerintah merasa negara masih akan kekurangan pasokan menjelang musim dingin.

Oleh karena itu, Pemerintah Belanda akan menggunakan batu bara untuk mengisi kekurangan tersebut.

"Dengan langkah-langkah ini, lebih sedikit uang akan tersalur ke tabungan perang Putin," kata Menteri Energi Belanda Rob Jetten pada konferensi pers di Den Haag.

5. Italia

Menteri Transisi Ekologi Italia Roberto Cingolani mengatakan bahwa pasokan gas dari Rusia telah berkurang.

Italia mengimpor sekitar 40 persen gasnya dari Rusia. Seperti negara-negara Uni Eropa lainnya, Italia sudah berupaya untuk mendiversifikasi campuran pasokan energinya setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Italia mengimpor sekitar 40 persen gasnya dari Rusia. Seperti negara-negara Uni Eropa lainnya, Italia sudah berupaya untuk mendiversifikasikan campuran pasokan energinya setelah invasi Rusia ke Ukraina.

[Gambas:Video CNN]



(fby/dzu)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER