Jokowi soal Harga Minyak Dunia US$120 per Barel: Negara Lain BBM Naik

tim | CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 14:06 WIB
Jokowi mengatakan sejumlah negara terpaksa menaikkan BBM karena harga minyak dunia sudah mencapai US$120 per barel. Jokowi mengatakan sejumlah negara terpaksa menaikkan BBM karena harga minyak dunia sudah mencapai US$120 per barel. (Arsip Pemprov Sumut).
Medan, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sejumlah negara terpaksa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), karena harga minyak dunia sudah mencapai US$120 per barel.

"Negara kita, masih kita tahan untuk tidak menaikkan pertalite. Negara lain yang namanya BBM, bensin itu sudah berada di angka Rp31 ribu per liter. Jerman Singapura Rp31 ribu per liter. Thailand Rp20 ribu per liter. Kita masih Rp7.650 karena disubsidi oleh APBN," ujar Jokowi di Medan, Kamis (7/7).

Kenaikan harga minyak dunia ini dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina yang hingga kini, tidak kunjung usah. Selain berdampak pada minyak dunia, pasokan dan harga pangan juga ikut terkerek akibat konflik dua negara tersebut.

"Hati hati mengenai perang di Ukraina. Karena ini menyangkut pangan dan energi. Pangan minyak dan gas. Yang akan mempengaruhi semua negara di dunia. Hati hati. Kita saat normal dulu sebelum pandemi harganya US$60 per barel. Sekarang ini US$110 sampai US$120 per barel. Sudah dua kali lipat, hati hati," tegasnya.

Akibat kenaikan harga komoditas energi dan pangan, sejumlah negara terancam resesi ekonomi.

"Semua negara tidak berada pada posisi yang aman aman saja. Hati-hati mengenai ini. Kita sudah 2,5 tahun menghadapi tantangan pandemi covid-19, dan ampai saat ini belum selesai. Tetap waspada jangan sampai naik lagi, kalau covid nya bisa kita kendalikan, pemulihan ekonomi lebih mudah. Sekarang tambah sulit karena ditambah satu masalah besar yaitu perang di Ukraina," imbuhnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan Indonesia masih bisa menahan harga BBM di angka Rp7 ribuan karena subsidi dari APBN.

"Ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat memberi subsidi," kata Jokowi.

Adapun Indonesia masih mengimpor 1,5 juta barel minyak mentah dari luar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Oleh karena itu, kata Jokowi, jika harga minyak dunia naik maka negara harus membayar lebih banyak. Artinya, APBN akan bekerja lebih keras lagi.

[Gambas:Video CNN]

(fnr/dzu)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER