Jakarta, CNN Indonesia -- Biaya persalinan dan kontrol kehamilan kadang menjadi ketakutan tersendiri bagi pasangan muda. Maklum, dana yang dibutuhkan bukan Rp1 juta atau Rp2 juta, tapi puluhan atau bahkan ratusan juta.
Untuk fakir miskin, pemerintah sudah punya Program Jaminan Persalinan (Jampersal). Dari program itu, ibu hamil yang masuk kategori miskin akan mendapatkan layanan persalinan gratis.
Di luar itu, masyarakat kelas menengah bisa mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan membayar iuran setiap bulan, ibu hamil bisa mendapatkan layanan kontrol bulanan hingga persalinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, masyarakat tak bisa memilih tempat kontrol dan melahirkan sesuka hati. Peserta BPJS Kesehatan biasanya kontrol bulanan dan melahirkan di puskesmas atau fasilitas kesehatan (faskes) 1.
Selain itu, ibu hamil juga tak bisa memilih prosedur melahirkan jika menggunakan BPJS Kesehatan. Bila dokter mengarahkan dengan normal, maka hanya prosedur itu yang akan difasilitasi oleh BPJS.
Hal-hal seperti ini yang biasanya membuat masyarakat kelas menengah emoh menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan untuk kontrol hamil dan melahirkan.
Tapi, masyarakat juga harus ingat bahwa biaya kontrol dan melahirkan tak murah. Bahkan, biaya persalinan sendiri bisa menghabiskan dana puluhan juta, belum dengan kamar rawat inap.
Jadi, anggaran persalinan memang harus disiapkan dengan matang. Kalau tidak, siap-siap keuangan boncos karena tak ada alokasi khusus untuk kontrol sampai melahirkan.
Berikut hal-hal yang harus dipersiapkan oleh sepasang suami istri:
1. Survei ke Rumah Sakit
Perencana Keuangan Agustina Fitria mengimbau pasangan suami istri melakukan survei biaya melahirkan ke rumah sakit yang diinginkan. Dengan demikian, calon ayah dan ibu bisa tahu berapa biaya persalinan dengan prosedur normal dan caesar.
"Sebaiknya survei dulu ke rumah sakit yang ingin dituju. Cari tahu biaya paket persalinannya, karena paket persalinan juga ada kelas-kelasnya, lalu mau persalinan caesar atau normal. Ini harus disurvei karena biayanya beda-beda," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/7).
Lalu, setiap pasangan suami istri juga harus mencari tahu apakah rumah sakit tersebut bisa menggunakan asuransi kantor atau tidak. Sebab, tak semua rumah sakit bekerja sama dengan asuransi kantor.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Jangan Lupa Dana Darurat
Biaya persalinan terkenal mahal jika harus menggunakan metode caesar. Berikut cara menyiapkan biaya melahirkan bagi ibu hamil yang tak ditanggung Jampersal. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adi Maulana).
2. Biaya Darurat
Agustina mengatakan pasangan suami istri juga harus menyiapkan dana tak terduga atau dana darurat khusus untuk proses kehamilan sampai persalinan.
Biaya ini bisa digunakan jika tiba-tiba dokter mengharuskan sang ibu melahirkan dengan prosedur caesar.
Biaya tak terduga ini perlu dipersiapkan semua pasangan baik yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, asuransi swasta, maupun biaya mandiri.
"Jika sebelum hamil sudah ada penanganan tertentu, maka perlu menyiapkan jauh-jauh hari, karena mungkin juga persalinannya membutuhkan penanganan khusus, sehingga melampaui batas fasilitas kesehatan kantor, atau tidak di-cover BPJS Kesehatan," tutur Agustina.
3. Biaya awal Kehamilan
Selain survei, pasangan suami istri juga harus menyiapkan biaya awal kehamilan jauh sebelum masa persalinan.
Perencana Keuangan Ahmad Gozali mengatakan calon ayah dan ibu tentu membutuhkan biaya cukup besar selama proses kehamilan. Proses itu seperti, pemeriksaan hamil, membeli obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan penunjang gizi lain yang tidak hanya untuk cabang bayi, tapi juga sang ibu.
Belum lagi, biaya untuk melihat perkembangan bayi melalui USG hingga syukuran menyambut kelahiran sang bayi.
"Baiknya sih sejak punya rencana untuk hamil sudah mulai dihitung semua dan direncanakan dananya dari mana. Lalu disiapkan juga biaya tambahan seperti baby shower, syukuran 4 bulan atau 7 bulan dal lainnya yang secara tradisi tentu berbeda bagi setiap keluarga," papar Gozali.
4. Biaya Perlengkapan Bayi
Perencana Keuangan Imelda Tarigan mengingatkan calon ayah dan ibu agar tak lupa menyiapkan biaya untuk membeli perlengkapan bayi, seperti baju hingga popok. Hal ini bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.
"Peralatan dan keperluan bayi juga membutuhkan banyak biaya. Sebaiknya pilih hanya yang paling penting dalam prioritas kebutuhan, yang masuk dalam daftar anggaran melahirkan," tutup Imelda.
[Gambas:Video CNN]