EDUKASI KEUANGAN

Tips Sisihkan Uang Liburan dan Biaya Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Jun 2022 09:00 WIB
Liburan sekolah telah tiba. Tapi kita harus hati-hati supaya liburan tak mengganggu uang sekolah anak saat tahun ajaran baru. Berikut tipsnya. Liburan sekolah telah tiba. Tapi kita harus hati-hati supaya liburan tak mengganggu uang sekolah anak saat tahun ajaran baru. (KaboomPics).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang musim liburan sekolah, tentu orang tua sudah mulai melirik-lirik destinasi berlibur untuk sekeluarga.

Tentu saja orang tua ingin memberikan hadiah bagi anak yang sudah selesai belajar dan kini ingin menikmati libur panjang bersama. Namun dengan semakin mahalnya harga tiket pesawat, banyaknya destinasi wisata di dalam maupun luar negeri yang bukan, dan pembatasan mobilitas yang semakin longgar, semakin mudah pula anggaran terkuras untuk liburan.

Oleh karena itu, bijak bila kita mulai merencanakan sedini mungkin uang yang akan kita keluarkan untuk liburan, supaya keperluan sehari-hari seperti biaya sekolah tak dikorbankan demi kesenangan sesaat.


Apalagi, kalau kita punya anak yang baru masuk sekolah. Maklum, tahun ajaran baru, pasti kebutuhan entah untuk daftar ulang, beli seragam, buku maupun peralatan sekolah pasti cukup besar.

Terutama kalau kita punya anak sekolah lebih dari satu.

Nah, untuk itu ada berikut beberapa tips dari perencana keuangan untuk mengatur budget liburan supaya tidak bengkak dan menghabiskan biaya sekolah anak.

Lihat Juga :

1. Ambil dari Bonus Atau Penghasilan Sampingan

Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad menyarankan agar budget liburan diambil dari bonus seperti tunjangan hari raya (THR) atau lainnya, bukan dari penghasilan tetap.

"Lebih baik ambil dari bonus atau dari THR yang kita dapat, supaya jika bonusnya masih belum cukup, pilih liburan yang sederhana. Tapi kalau bonusnya cukup besar, kita bisa pergi berlibur lebih jauh," kata Teja kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/6).

Dengan begitu, orang tua dapat mengukur anggaran yang disisihkan untuk liburan berdasarkan besaran bonus yang ia dapat. Jika ingin liburan jauh selama masa rehat yang panjang, sebaiknya bonus yang didapat per bulan ditabung secara bertahap, menyesuaikan dengan biaya yang diperlukan untuk liburan tersebut.

Teja mengutarakan jika bonus masih dinilai belum cukup, penghasilan sampingan seperti penjualan daring dapat juga dijadikan sumber anggaran berlibur.

"Misalnya punya usaha lain yang kalau bisnisnya lagi bagus, kita bisa memiliki anggaran yang lebih besar dan bisa jalan-jalan lebih jauh," ujarnya.

Menurut Teja, penghasilan tetap seharusnya diutamakan untuk keperluan yang memang lebih krusial. Dalam hal ini, penghasilan tetap sebaiknya dialihkan untuk biaya pendidikan anak dan uang pensiun.

"Kalau uang sekolah sebaiknya memang dari gaji yang lebih pasti, karena kalau liburan bisa ditunda kalau belum punya uang. Kalau sekolah kan tidak bisa dikesampingkan, karena anak pasti harus bersekolah. Apalagi yang sudah masuk tahap SMP dan SMA, yakni di titik-titik kritisnya," sebut Teja.

2. Rencanakan Sejak Dini, Jangan Mepet

Hal penting lainnya yang menurut Teja perlu dipikirkan adalah kapan ingin liburan. Seringkali kalau mendekati musim libur dan belum ada rencana apa-apa, orang tua bisa saja bertindak impulsif dan memilih destinasi liburan tanpa memikirkan uang di tangan.

"Kalau dadakan bisa jadi uangnya belum ada. Kita impulsif dan akhirnya mengambil dana lain dulu. Seperti dari cicilan atau utang dulu dan segalanya," katanya.

Teja mengatakan hal ini dapat bertumbuh menjadi beban yang melilit. Beban itu pun akhirnya bisa merambat hingga mengganggu biaya yang sudah disisihkan untuk keperluan lain, seperti uang sekolah.

"Bebannya muncul ketika kita pulang baru berasa, mesti mencicil setiap bulan, mesti bayar-bayar utang. Sebaiknya saat uangnya itu sudah ada, baru kita liburan," ujar Teja.

Senada, Perencana Keuangan Zielts Consulting Ahmad Gozali mengatakan liburan perlu diantisipasi. Sebagai contoh, libur Lebaran yang cukup panjang dapat direncanakan sejak awal tahun akan kemana dan berapa lama liburan tersebut.

"Liburan sudah ada jadwalnya. Ada liburan kecil tiap weekend, liburan menengah seperti antar semester, dan liburan besar seperti kenaikan kelas atau lebaran," kata Ahmad.

Ia pun menyarankan agar liburan direncanakan secara rinci, seperti ingin kemana, aktivitas apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan durasi liburan. Sehingga, lebih mudah bagi orang tua untuk mengkalkulasi berapa biaya yang harus dikeluarkan.

"Jika perlu, siapkan budget khusus, terutama untuk yang biayanya besar. Dan libatkan anak dalam proses ini. Misalnya anak diminta siapkan sendiri uang sakunya, sedangkan orangtua yang belikan tiketnya," sebutnya.

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER