Mengapa RI Bisa Menjauh dari Resesi?

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 07:00 WIB
RI mencatat pertumbuhan ekonomi 5,44 persen pada kuartal II 2022 jauh dari ancaman resesi. RI mencatat pertumbuhan ekonomi 5,44 persen pada kuartal II 2022 jauh dari ancaman resesi ekonomi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengingatkan kendati ekonomi RI tumbuh mengilap, namun tidak jadi jaminan ekonomi Indonesia bebas dari ancaman resesi.

Menurut dia, potensi resesi tetap ada di tengah perlambatan ekonomi global dan lonjakan inflasi, terutama bila pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV nanti merosot.

"Bisa saja pada kuartal III 5,2 persen atau nanti pada kuartal IV 5 persen. Itu yang kemudian disebut resesi, tetapi tidak akan berdampak besar dibanding resesi pada saat pandemi," kata Tauhid.

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi cenderung turun pada kuartal III dan IV. Walaupun tidak akan membuat Indonesia masuk dalam resesi skala besar.

"Saya kira kecil kemungkinan (masuk resesi besar). Tetapi, kalau penurunan pertumbuhan biasa terjadi di kuartal III atau IV," terang dia.

Selain itu, Tauhid menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat di kawasan Asia Tenggara maupun Asia.

Negara Asia rata-rata mengalami pertumbuhan 4,5 hingga 5 persen di kuartal II 2022. "Ada yang lebih tinggi dari ini (Indonesia). Di India, itu 7 persen pertumbuhannya, di Asia ada negara lain. Kalau kawasan Asia rata-rata bagus," ujar Tauhid kepada CNNIndonesia.com.

Mengutip Trading Economics pada Jumat (5/8), sejumlah pertumbuhan ekonomi negara Asia sekitar 4 hingga 8 persen pada kuartal I dan II. Ekonomi Vietnam tercatat tumbuh 7,72 persen di kuartal II, Singapura tumbuh 4,8 persen di kuartal II.

Sementara di kuartal I, ekonomi Filipina tercatat tumbuh 8,3 persen, Vietnam 5,05 persen, dan Malaysia 5 persen.

(bir/sfr)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER