Pertamina Satu-satunya Perusahaan RI yang Masuk Fortune Global 500

tim | CNN Indonesia
Selasa, 09 Agu 2022 17:49 WIB
Pertamina kembali menjadi satu-satunya perusahaan RI yang masuk Fortune Global 500 pada 2022 dengan menduduki peringkat ke-223. Pertamina kembali menjadi satu-satunya perusahaan RI yang masuk Fortune Global 500 pada 2022 dengan menduduki peringkat ke-223. Ilustrasi. (Dedhez Anggara).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) kembali menjadi satu-satunya perusahaan asal RI sekaligus BUMN yang masuk ke dalam daftar Fortune Global 500 pada 2022.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Pertamina berada di peringkat 223 atau naik 64 peringkat dibandingkan 2021 lalu yang berada di posisi 287.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada direksi, komisaris, dan seluruh insan Pertamina yang bekerja keras dalam meningkatkan daya saing perusahaan di kancah internasional," ungkap Erick dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (9/8).

Menurut Erick, keberhasilan Pertamina menunjukkan BUMN tak hanya mampu bertahan saat menghadapi pandemi, tapi juga dapat meningkatkan kinerja dan inovasi.

Pencapaian Pertamina ini, sambungnya, tak lepas dari transformasi dan restrukturisasi perusahaan lewat pembentukan holding dan subholding.

"Transformasi lewat holding dan subholding membuat operasional Pertamina lebih efektif dan efisien lantaran fokus pada core business. Hal ini sejalan dengan target kami bahwa Pertamina harus menjadi perusahaan Global Energy Champion dan memiliki valuasi senilai US$100 miliar," papar Erick.

Sementara, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kinerja keuangan justru melambung saat pandemi melanda RI, tepatnya 2021 lalu.

"Pertamina telah berhasil meningkatkan revenue dan laba bersih perusahaan dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sebuah pencapaian yang luar biasa di tengah tantangan global dan pandemi yang belum berakhir," ujar Nicke.

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$57,51 miliar pada 2021. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang sebesar US$41,47 miliar.

Hal itu membuat laba bersih melonjak dari US$1,05 miliar pada 2020 menjadi US$2,04 miliar pada 2021.

[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER