Harga Minyak Melonjak, Sepertiga Warga Inggris Bakal Jatuh Miskin

tim | CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2022 06:50 WIB
Sepertiga rumah tangga Inggris bakal jatuh miskin karena tagihan energi membengkak pada Januari 2023. Sepertiga rumah tangga Inggris bakal jatuh miskin karena tagihan energi membengkak pada Januari 2023. Ilustrasi. (AP/Alberto Pezzali).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sepertiga rumah tangga di Inggris akan jatuh miskin karena tagihan energi berpotensi melonjak pada Januari 2023 mendatang.

Mengutip CNN.com, Rabu (10/8), Koalisi Kemiskinan Bahan Bakar Akhir (EFPC) mengatakan sekitar 10,5 juta rumah tangga di Inggris akan berada dalam kemiskinan tahun depan. Sebab, harga minyak mentah dunia melonjak, sehingga harga bahan bakar ikut naik.

Pemerintah Inggris mengartikan kemiskinan sebagai pendapatan rumah tangga kurang dari 60 persen dari median Inggris yang mencapai US$37.500 per tahun pada 2021.

Berdasarkan riset Cornwall Insight, rata-rata tagihan energi rumah tangga diperkirakan tembus US$4.335 per tahun mulai Oktober 2022 dan US$5.163 pada Januari 2023. Angka itu setara US$430 per bulan.

Cornwall Insight mengatakan tagihan energi masyarakat Inggris berpotensi melonjak 116 persen pada Januari 2023 dibandingkan tagihan saat ini.

Harga minyak mentah dunia melonjak berkali-kali lipat jika dibandingkan saat pandemi covid-19 dua tahun lalu. Saat itu, harga minyak bahkan sempat menyentuh level US$0 per barel.

Sekarang, harga minyak mentah dunia melaju kencang hingga tembus US$120 per barel. Namun, harga komoditas itu mulai melandai beberapa waktu terakhir ke level US$90 per barel.

Detailnya, harga minyak mentah berjangka Brent berada di level US$96,31 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di level US$90,5 per barel pada perdagangan Selasa (9/8) waktu AS atau Rabu (10/8) waktu Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER