EDUKASI KEUANGAN

Tips Merdeka dari Jerat Utang

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Agu 2022 08:47 WIB
Perencana keuangan menyarankan Anda yang ingin merdeka dari utang untuk melunasi utang konsumtif dan setop gali lubang tutup lubang. Perencana keuangan menyarankan Anda yang ingin merdeka dari utang untuk melunasi utang konsumtif dan setop gali lubang tutup lubang. (iStock/airdone).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kenaikan harga barang dan biaya hidup yang semakin mahal membuat kondisi keuangan banyak orang semakin tertekan. Tak jarang demi memenuhi kebutuhan, seseorang harus ber-utang kepada orang lain atau lembaga yang memberikan pinjaman.

Jika tak dilunasi, utang semakin lama akan semakin menumpuk.Apalagi, jika bunga utang yang dikenakan sangat tinggi. Karenanya, penting bagi setiap orang untuk segera melunasi utang.

Lantas bagaimana cara agar merdeka dan hidup terbebas dari utang?

Miliki Pola Pikir Bebas Utang

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan langkah utama agar merdeka dari utang adalah dengan memiliki pola pikir bebas utang.

Ia menjelaskan pola pikir bebas utang akan membuat seseorang merasa lebih damai dalam hidup. Untuk mewujudkan kondisi itu, maka seseorang akan termotivasi untuk melunasi utang.

"Yang perlu kita ingat ketika mau bebas utang adalah apa yang kita harapkan, yaitu sense peace of mind. Ketika kita mau bebas utang, maka kita perlu memunculkan situasi itu, mengimajinasikan kita berada dalam ketenangan sehingga akan menjadi motivasi kita," ujar Mike kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/8).

Lihat Juga :

Lunasi Utang Konsumtif dengan Bunga Tertinggi

Perencana Keuangan One Shild Consulting Agustina Fitria menambahkan seseorang harus mengutamakan untuk melunasi utang konsumtif dibandingkan produktif.

Ia menjelaskan utang konsumtif biasanya digunakan untuk membeli barang atau aset yang nilainya cenderung akan turun di kemudian hari. Misalnya, membeli tas dengan kartu kredit.

Sedangkan utang produktif dipergunakan untuk membeli barang atau aset yang nilainya bisa bertambah. Salah satunya adalah kredit kepemilikan rumah (KPR).

Agustina mengatakan utang konsumtif biasanya memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan utang produktif. Utang dengan bunga yang tinggi disebut akan lebih membebani keuangan.

"Biasanya utang konsumtif bunganya tinggi. Makanya kalau punya utang konsumtif sebaiknya dilunasi. Jangan dibiarkan lama-lama," jelasnya.

Senada, Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan utang, seperti kartu kredit harus segera dilunasi. Andi menyarankan utang yang dibayar bukan hanya pembayaran minimum atau minimum payment, tetapi juga seluruh tagihan utang.

"Jangan hanya membayar minimum payment bila kita memang sudah memiliki dana yang cukup untuk melunasinya karena dengan membayar minimum payment akan bikin total pembayarannya makin besar karena faktor bunga," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Gunakan Penghasilan Tambahan

Agustina Fitria mengatakan strategi lain yang bisa dilakukan untuk segera terbebas dari utang adalah dengan menggunakan penghasilan tambahan, seperti bonus atau THR yang diperoleh dari tempat kerja.

Ia mengatakan penghasilan tambahan juga bisa didapatkan dari pekerjaan sampingan. "Misalnya di akhir pekan, dari hobi kita mungkin yang menghasilkan. Jadi, mempercepat pelunasan utang," terang Agustina.

Gunakan Tabungan, Jual Barang Tak Digunakan

Agustina juga mengatakan uang untuk melunasi utang bisa diambil dari tabungan atau keuntungan atas investasi. Jika tidak memiliki tabungan atau investasi, seseorang juga bisa menjual barang-barang yang dimiliki dalam jumlah yang berlebihan atau tidak lagi digunakan.

"Kadang-kadang kan kita punya barang-barang di rumah yang sebetulnya kita punya lebih dari satu yang tidak terpakai. Itu bisa dijual lagi, apalagi kalau masih baru," tutur dia.

Hindari Gali Lubang Tutup Lubang Utang

Andi mengatakan seseorang harus menghindari meminjam utang untuk menutupi utang yang lain. Jika dalam kondisi mendesak, maka bisa meminjam dari teman terdekat atau saudara yang tentu harus segera dibayar.

Andi juga menyarankan rasio utang maksimal 30 persen dari total pendapatan. "Bila ternyata sudah melebihi angka tersebut maka sebaiknya jangan membuat utang baru lagi dulu sampai lunas satu per satu," tandasnya.

(fby/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER