Bunga KPR Diramal Meroket Mulai Tahun Depan

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 07:30 WIB
Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bakal mulai naik tahun depan menyusul suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang terkerek menjadi 5,25 persen. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bakal mulai naik tahun depan menyusul suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang terkerek menjadi 5,25 persen. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin meramal suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bakal mulai naik tahun depan menyusul suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang terkerek menjadi 5,25 persen.

"Tadinya saya berpikir bank akan menunda sampai tahun depan, semester-semester awal tahun depan atau di kuartal pertama tahun depan. Tapi mengingat BI sudah menaikkan lebih dulu tingkat BI-7 Day Reverse Repo Rate, saya rasa bank akan segera adjust, mungkin sekitar awal tahun. Itu berlaku juga untuk KPR. Kalau naiknya berapa, saya bilang maksimal 1 persen," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/11).

Menurut Amin, bank-bank yang menyediakan KPR sudah tidak bisa lagi berperang di tingkat suku bunga rendah. Mereka sudah harus menyesuaikan variasi tersebut yang sebelumnya terbagi ke dalam beberapa tenor, mulai dari 2, 3, 4, 5, bahkan sampai 7 tahun.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terhadap kenaikan suku bunga KPR bakal sedikit tertunda.

"Transmisi atau penyesuaian suku bunga perbankan terutama suku bunga kredit termasuk suku bunga KPR diperkirakan akan terdapat time lag mempertimbangkan kondisi likuiditas bank serta risiko kredit perbankan yang bervariasi," jelasnya.

Secara umum, Josua menegaskan tingkat suku bunga kredit saat ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dan diperkirakan penyesuaian suku bunga kredit perbankan baru akan terjadi pada semester pertama 2023.

BI memang kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada November 2022.

Keputusan tersebut jelas bakal menambah kekhawatiran masyarakat, termasuk para pejuang KPR, terutama yang sudah masuk masa floating. Suku bunga floating adalah perhitungan suku bunga yang tidak tetap karena mengikuti pergerakan suku bunga acuan bank sentral.

Mengutip data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2022, rata-rata bunga KPR perbankan nasional dan umum saat ini sebesar 8,61 persen per Agustus 2022 atau naik dibandingkan rata-rata Juli, 8,57 persen.

Bunga KPR yang dipatok oleh bank pelat merah 7,25 persen. Sedangkan, bunga yang dipatok bank swasta beragam. Tercatat, PT Bank Central Asia (BCA) mematok bunga KPR lebih rendah yakni 7,20 persen. Sementara, bank swasta lainnya mematok bunga KPR lebih tinggi.

Misalnya, Bank Danamon menetapkan SBDK KPR sebesar 8 persen, Bank Permata 8,25 persen, Bank Maybank Indonesia 8 persen persen. Lalu, Bank CIMB Niaga menetapkan bunga KPR 7,25 persen persen.

[Gambas:Video CNN]



(fby/dzu)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER