Pasokan Menipis, Harga Sembako di Medan Naik Drastis di Awal Tahun

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 23:05 WIB
Ilustrasi suasana di pasar tradisional beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Medan, CNN Indonesia --

Harga sejumlah kebutuhan pokok di awal tahun 2026 terpantau mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara jika dibandingkan dengan posisi harga pada 31 Desember 2025.

Beberapa komoditas pangan utama seperti cabai, sayuran, hingga bawang menunjukkan tren naik pada tiga hari awal tahun ini.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Medan naik cukup signifikan. Pada 31 Desember 2025, harga cabai merah tercatat rata-rata Rp36.600 per kilogram, lalu meningkat menjadi Rp42.000 per kilogram pada 2 Januari 2026.

"Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit. Harga cabai rawit tercatat naik dari Rp70.600 menjadi Rp80.000 per kilogram. Bahkan di Pasar Sukaramai Medan, berdasarkan PIHPS, harga cabai rawit sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram," ujar Gunawan, Sabtu (3/1).

Adapun harga cabai hijau, tambahnya, turut mengalami kenaikan dari sekitar Rp22.000 per kilogram pada akhir Desember menjadi Rp28.000 hingga Rp40.000 per kilogram pada awal Januari. Selain cabai, sejumlah komoditas sayuran juga menunjukkan tren serupa.

"Harga kol naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kilogram, buncis dari Rp22.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, serta tomat dari kisaran Rp6.000 menjadi Rp9.000 per kilogram," ujar Gunawan.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih juga tercatat naik sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram dibandingkan posisi harga akhir tahun. Dari hasil observasi, harga bawang putih kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah sekitar Rp55.000 per kilogram.

Gunawan menjelaskan, kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh penurunan pasokan. Hal ini berkaitan dengan libur panjang Tahun Baru 2026 yang membuat aktivitas distribusi belum berjalan optimal. Banyak pedagang besar maupun petani yang masih memilih untuk berlibur, sehingga pasokan ke pasar berkurang.

"Selain itu, aktivitas di pasar tradisional juga belum sepenuhnya normal. Sejumlah lapak pedagang masih terpantau tutup. Namun begitu masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Dengan kembalinya aktivitas distribusi dan pasokan, harga diperkirakan akan kembali stabil seiring pulihnya keseimbangan antara permintaan dan penawaran," katanya.

(fnr/kid)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK