Pertamina Ungkap Perkembangan Terbaru 2 Kapal yang Tertahan di Hormuz
PT Pertamina (Persero) memastikan dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Teluk Arab masih dalam kondisi aman di tengah perkembangan situasi di Selat Hormuz.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah, termasuk terkait pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
"Pertamina menyambut positif setiap perkembangan yang mengarah pada terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah, termasuk pembukaan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi strategis dunia," ujar Baron kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, perusahaan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap situasi keamanan di kawasan tersebut.
Langkah itu dilakukan dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), otoritas setempat, hingga mitra internasional.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan pelayaran serta kesiapan operasional armada Pertamina yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Saat ini dua kapal PIS masih berada di kawasan Teluk Arab dan dalam kondisi aman. Terkait rencana melintasi Selat Hormuz, keputusan operasional akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen risiko terkini, rekomendasi otoritas terkait," jelasnya.
Ia menegaskan aspek keselamatan awak kapal dan keamanan aset perusahaan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.
Karena itu, Pertamina akan terus mencermati dinamika keamanan di kawasan sebelum mengizinkan kapal melanjutkan perjalanan melalui jalur tersebut.
"Pertamina tetap mengedepankan aspek keselamatan awak kapal dan keamanan aset sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional," pungkasnya.
Adapun dua kapal PIS yang masih belum bisa melewati Selat Hormuz adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang saat ini berada di kawasan Teluk Arab.
(ldy/pta) Add
as a preferred source on Google