BI Catat Kinerja Manufaktur RI Masih Ekspansi pada Kuartal II 2026
Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja industri pengolahan nasional tetap terjaga pada kuartal II 2026.
Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang berada di level 51,43. Artinya, indeks masih berada pada fase ekspansi.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan mayoritas komponen pembentuk PMI-BI masih mencatatkan ekspansi, yakni Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian, kinerja lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan II 2026 tetap terjaga dan berada pada fase ekspansi," ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (17/7).
Berdasarkan subsektor, sebagian besar sublapangan usaha (Sub-LU) juga masih berada pada fase ekspansi.
Kinerja tertinggi dicatatkan oleh Industri Mesin dan Perlengkapan, disusul Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam.
Bank sentral juga memproyeksikan aktivitas manufaktur akan semakin menguat pada triwulan III 2026. Hal itu tercermin dari PMI-BI yang diperkirakan meningkat menjadi 52,32.
Ramdan menerangkan penguatan tersebut masih akan ditopang oleh kenaikan Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan.
"Pada kuartal III 2026, kinerja lapangan usaha industri pengolahan diprakirakan meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi," tulis BI.
Dari sisi subsektor, mayoritas industri diperkirakan tetap berada pada zona ekspansi. Indeks tertinggi diproyeksikan berasal dari Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti Industri Pengolahan Tembakau, Industri Logam Dasar, serta Industri Alat Angkutan.
PMI-BI merupakan salah satu indikator yang digunakan Bank Indonesia untuk memantau kondisi dan prospek sektor manufaktur nasional melalui survei terhadap pelaku industri pengolahan.
Nilai indeks di atas 50 menunjukkan aktivitas industri berada dalam fase ekspansi, sedangkan di bawah 50 mengindikasikan kontraksi.
(sfr/sfr) Add
as a preferred source on Google