Pemerintah Bakal Bangun Pabrik Tepung Telur, Target Setahun Kelar

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 04:45 WIB
Pemerintah berencana membangun pabrik tepung telur bersama badan usaha milik negara (BUMN). (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana membangun pabrik tepung telur bersama badan usaha milik negara (BUMN).

Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun untuk menghentikan impor tepung telur dari negara lain.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan rencana pembangunan pabrik tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat produksi pangan dalam negeri, khususnya produk olahan telur.

"Insyaallah kita akan bangun. Kami bersama BUMN, itu kita akan bangun. Dan tidak terlalu lama pabriknya. Satu tahun selesai, impornya nanti kita stop," ujar Amran usai Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (26/10).

Ia mengatakan Indonesia saat ini Indonesia masih mengimpor tepung telur dari negara lain.

Pemerintah pun berencana membangun fasilitas produksi dalam negeri agar kebutuhan tepung telur dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada produk impor.

Selain rencana pembangunan pabrik, Amran juga menyoroti kondisi harga telur ayam yang berbeda jauh antara tingkat peternak dan konsumen.

Saat ini, Amran menyebut harga telur ayam di tingkat peternak berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kg. Sementara itu, harga telur di tingkat konsumen mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya anomali harga dalam rantai distribusi telur ayam. Ia menilai harga di tingkat peternak yang relatif rendah tidak sebanding dengan harga yang harus dibayar konsumen.

"Telur ayam juga surplus bahkan ekspor. Nah hanya ada masalah, di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20 ribu - Rp21 ribu. Harusnya Rp26 ribu dan Rp30 ribu, harusnya. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp40 ribu - Rp45 ribu ini di atas harga yang tertinggi. Ada anomali," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia menyebut harga telur di tingkat konsumen mulai turun setelah pemerintah mengumumkan rencana penindakan.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu peternak, termasuk melalui penyediaan bahan pakan.

Salah satunya, pemerintah membeli kedelai untuk pakan peternak dengan harga Rp8.630 per kilogram, sementara harga dari pihak swasta disebut berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

Pemerintah juga menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) berupa jagung yang diberikan kepada peternak kecil dengan subsidi pemerintah.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk membantu peternak sekaligus menjaga stabilitas harga telur di tingkat konsumen.

Meski demikian, pemerintah belum merinci lokasi pembangunan pabrik tepung telur, nilai investasi, kapasitas produksi, maupun jadwal pasti dimulainya pembangunan.

(lil/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK