Kuliner Mancanegara

Gimjang, 'Pesta Nasional' Pembuatan Kimchi di Korea

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 08/12/2014 17:33 WIB
Gimjang, 'Pesta Nasional' Pembuatan Kimchi di Korea Kimchi (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea bukan hanya terkenal dengan aneka perayaan kembang apinya saja. Namun, Negeri Ginseng ini memiliki pesta perayaan unik setiap tahunnya. Perayaan ini disebut Gimjang atau pesta kimchi.

"Sebenarnya ini adalah bagian dari pekerjaan rumah tangga, tetapi mereka membuat semacam pesta dari pekerjaan ini," kata Stephanie Ming, koki di balik Crazy Korean Cooking kepada Huffington Post.

Sesuai tradisi, satu dalam satu tahun di Korea, masyarakat berkumpul dan membuat kimchi bersama-sama. Biasanya acara ini berlangsung sepanjang hari. Pesta kimchi ini dilakukan sebagai sebuah persiapan menyambut eomdong atau bulan-bulan terdingin kala salju turun.


Saat musim dingin, ada beberapa saat di mana salju turun sangat lebat dan membuat warga enggan beranjak ke pasar dan mengolah makanan.

Tradisi ini bukanlah tradisi perorangan, bahkan tradisi Gimjang berlaku secara nasional. Biasanya pesta kimchi ini dilakukan di bulan November sampai Desember. Di bulan-bulan inilah, sayuran pembuat kimchi banyak dipanen.

Perempuan-perempuan Korea menjadi tokoh penting dalam pesta ini. Mereka berkumpul di satu tempat dan mulai mempersiapkan bahan pembuat kimchi. Pesta pun dimulai, mereka mulai bersiap-siap mengolah makanan fermentasi ini. Mulai mencuci sayuran, memotong, menambahkan garam, mengaduk, sampai memasukkannya ke dalam gentong tanah liat untuk gaya tradisional, atau menyimpannya di lemari es.

"Mereka duduk di lantai saat pagi hari, kemudian mengupas bawang putih, memotong 70-80 kg kubis dan mengaduknya. Ini kerja keras tapi dilakukan sembari ngobrol dan tertawa," katanya. "Akan ada banyak gosip dan pembicaraan di antara mereka. Ini adalah hal yang indah, nostalgia."

Ditambahkan dia, meskipun ruang gerak dan lingkup masyarakat tak memungkinkan untuk perkumpulan besar, komunitas masyarakatlah yang bergerak. Setiap wilayah lingkungan akan bergantian mengolah kimchi.

"Mereka akan bergantian menjadi tuan rumah dan mengundang orang lainnya untuk membuat kimchi di rumahnya. Di akhir minggu, setiap keluarga di lingkungan itu sudah memiliki kimchi yang dibutuhkan untuk bertahan di musim dingin," ujarnya.

Setelah semua sayuran tercampur rata bersama dengan bubuk cabai, bawang putih dan garam dalam satu wadah, kimchi pun selesai dibuat. Namun, pesta belum usai. Atas kerja kerasnya, perempuan-perempuan pembuat kimchi ini berhak mendapatkan gigitan pertama kimchi yang belum terfermentasi.

"Setelah selesai, mereka akan mencoba kimchi. Ini adalah gigitan kimchi yang segar, tidak terfementasi dan sangat enak. Ini adalah bagian yang terbaik," ucapnya.