Awalnya, kepercayaan ini timbul karena bayam adalah sayuran yang kaya akan nitrat, dan katanya pemanasan yang terlalu sering akan mengubah senyawa nitrat menjadi zat penyebab kanker. Namun, nitrat merupakan senyawa yang stabil, sehingga tidak mungkin berubah akibat pemanasan.
Selain itu, pengujian terhadap manusia menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran kaya nitrat tidak menyebabkan kanker dan penyakit mengerikan lainnya, menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry, seperti dikutip dari buku Buka Fakta! 101 Mitos Kesehatan karangan Nutrifood Research Center, Kamis (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara sayuran tersehat yang ada di dunia, bayam masuk daftar peringkat atas yang paling banyak mengandung nutrisi. Sayuran ini kaya akan vitamin dan mineral, juga fitonutrien yang baik untuk kesehatan, seperti karotenoid (beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin), serta flavonoid untuk memberikan perlindungan antioksidan yang kuat.
Bayam merupakan salah satu dari tiga sayuran yang disarankan untuk dimasak hingga mendidih untuk membantu mengurangi konsentrasi asam oksalat. Namun, jangan terlalu lama memasaknya. Cukup didihkan sayur bayam selama satu menit untuk meminimalkan hilangnya nutrisi dan rasa.
(mer/utw)