PENELITIAN KESEHATAN

Bahaya Membaca E-Book dan Ponsel Pintar Sebelum Tidur

Windratie | CNN Indonesia
Rabu, 24 Des 2014 19:26 WIB
Saat meringkuk di bawah selimut sambil membaca e-book sebelum tidur, berhati-hatilah. Anda tidak hanya merusak tidur tapi juga meruntuhkan kesehatan. Ilustrasi tidur (Getty Images/BraunS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat meringkuk di bawah selimut sambil membaca e-book sebelum tidur, berhati-hatilah. Sebab, Anda tidak hanya merusak tidur tapi juga meruntuhkan kesehatan. Peringatan tersebut disampaikan oleh para dokter di Amerika Serikat.

Tim peneliti dari Harvard Medical School membandingkan para pembaca buku kertas dan e-book sebelum mereka tidur. Ditemukan, para pembaca e-book butuh waktu tidur lebih lama. Kualitas tidur jadi berkurang, dan keesokan harinya mereka jadi lebih lelah.

“Para pembaca Kindle asli yang tidak menyinarkan cahaya akan baik-baik saja,” kata salah satu peneliti seperti dilansir dari laman asli jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Kindle adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Amazon.com untuk menyimpan dan menampilkan buku elektronik.

Para ahli mengatakan, orang-orang seharusnya meminimalkan paparan cahaya di malam hari. Entah saat membaca daftar peraih novel terbaik di Man Booker atau membolak-balik blog kecantikan Zoella, dampak membaca pada tidur barangkali jadi hal terakhir yang terlintas dalam pikiran.

Ada kekhawatiran berkembang terhadap bahaya sinar sebelum tidur.

Jam tubuh

Tubuh manusia berjalan selaras dengan irama siang dan malam. Jam biologis tubuh menggunakan cahaya untuk memberitahu waktu. Namun, cahaya biru, panjang gelombang yang umum ada pada smartphone, tablet, dan sinar LED dapat mengganggu jam tubuh.

Cahaya biru di malam hari dapat memperlambat atau mencegah produksi hormon tidur melatonin. Sebuah penelitian pun dilakukan. Dua belas orang tidur di laboratorium selama dua minggu. Selama lima hari mereka membaca novel di iPad.

Dari sampel darah rutin mereka diteliti adanya produksi hormon tidur melatonin yang berkurang ketika membaca buku elektronik. Mereka juga butuh waktu lebih lama tertidur, tidur menjadi kurang dalam, juga lebih lelah keesokan harinya.

Para peneliti berkata, pembaca buku elektronik seperti Nook dan Kindle Fire menghasilkan panjang gelombang cahaya yang sama yang akan memberikan dampak sama. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Metabolik tubuh remaja

Charlez Czeisler profesor yang juga peneliti utama dalam studi itu mengatakan, “Cahaya yang dipancarkan oleh sebagian besar perangkat pembaca elektronik langsung menuju mata pembaca. Sementara dari buku cetak atau Kindle asli pembaca hanya terkena caya yang dipantulkan dari halaman buku.” Tidur yang terganggu pada gilirannya akan memengaruhi kesehatan.

“Kekurangan tidur terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik tubuh seperti obesitas dan diabetes, serta kanker.”

Victoria Revel, dokter dari Universitas Surrey yang meneliti dampak cahaya pada tubuh berkata, “Kita harus menasihati orang meminimalkan penggunaan pemancar cahaya pada e-reader di malam hari. Remaja, terutama, adalah kelompok yang memakai ponsel dan tablet mereka di larut malam.”

Remaja memiliki jam tubuh terlambat alamiah. Menyebabkan mereka lambat menjadi bugar di pagi hari dan terbangun sampai larut malam. “Ini pesan penting untuk orang-orang dengan jam tubuh yang sudah tertunda kemudian menunda istirahat tubuh mereka lebih jauh,” kata Revell mengakhiri.

(win/mer)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER