Info Kesehatan

Berumur Lebih Panjang karena Bubur Biji-bijian

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 07/01/2015 08:04 WIB
Berumur Lebih Panjang karena Bubur Biji-bijian Ilustrasi gandum dan sereal. (CNNIndonesia/ Pixabay/shixugang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semangkuk kecil bubur gandum dan biji-bijian setiap hari bisa menjadi kunci untuk hidup sehat dan berumur panjang. Fakta ini ditemukan setelah Harvard University melakukan serangkaian penelitian.

Lewat penelitian ini, peneliti Harvard menemukan bahwa konsumsi biji-bijian akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung. Sebelumnya memang sudah banyak penelitian serupa tentang biji-bijian dalam pengaruhnya ke jantung. Namun, ini adalah penelitian utama yang meneliti apakah biji-bijian bisa memiliki dampak pada umur panjang.

Penelitian dilakukan terhadap 100 ribu orang selama 14 tahun. Hasil kesehatan dan diet responden pun dipantau ketat.


Hasil penelitian membuktikan bahwa mereka yang makan biji-bijian utuh, misalnya bubur beras merah, bubur jagung dan quinoa ternyata berisiko kecil mengalami penyakit, terutama jantung.

Konsumsi semangkuk kecil biji-bijian setiap hari, atau sekitar 28 gram biji-bijian, akan mengurangi lima persen angka kematian dan sembilan persen risiko penyakit jantung.

"Temuan ini mendukung pedoman diet yang saat ini merekomendasikan peningkatan konsumsi gandum," kata Hongyu Wu dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir dari Telegraph. "Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa diet yang diperkaya dengan biji-bijian dapat memberikan manfaat usia yang panjang."

Hebatnya lagi, temuan ini juga tak mengenal batasan usia, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh dan aktivitas fisik. Artinya, semua orang dengan berbagai kebiasaannya bisa berumur panjang dengan rajin konsumsi bubur biji-bijian.

Kemampuan biji-bijian untuk cegah penyakit jantung

Seperti diketahui, biji-bijian mampu meningkatkan kepadatan mineral tulang, menurunkan tekanan darah, meningkatkan bakteri di usus halus, serta mengurangi risiko diabetes. Biji-bijian termasuk gandum memiliki kandungan serat beta glucan yang mampu menurunkan koleksterol dan menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, senyawa bioaktig yang disebut avenanthramide juga dianggap mampu menghentikan pembentukan lemak di arteri sehingga mampu mencegah kadar antioksidan dan memerangi radikal bebas.

Para ahli kesehatan pun setuju akan hal ini. "Orang-orang dengan asupan tinggi biji-bijian juga cenderung memiliki gaya hidup dan diet secara menyeluruh. Maka mungkin saja ada banyak hal lain yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan kardiovaskular," kata Victoria Taylor, ahli gizi dari British Heart Foundation.

Selain mengonsumsi biji-bijian sebagai bubur, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyantap biji-bijian dalam bentuk lain. "Beralihlah dengan menyantap roti gandum, sereal, pasta dan nasi," katanya menyarankan.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang beralih ke biji-bijian, ribuan nyawa bisa diselamatkan setiap tahunnya. Tak dimungkiri, penyakit jantung koroner adalah pembunuh terbesar. (chs/mer)