Makanan yang Baik dan Buruk Bagi Penderita Asam Urat

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Jumat, 23/01/2015 18:28 WIB
Makanan yang Baik dan Buruk Bagi Penderita Asam Urat Ilustrasi daging (Michael Stern/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asam urat adalah produk sampingan dari metabolisme purin. Karena itu, penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan yang mengandung tinggi purin. Apa saja?

Purin (senyawa kimia tertentu yang ditemukan di beberapa makanan) dipecah menjadi asam urat. Konsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.

Saat mengonsumsi makanan tinggi purin, asam urat akan mengkristal dan terkumpul di persendian, menyebabkan inflamasi (peradangan) dan pembengkakan yang merupakan tanda-tanda dan gejala klasik asam urat. Istilah medis untuk terlalu banyak asam urat di aliran darah adalah hyperuricemia.


Seperti dilansir Web MD, berikut makanan yang baik dan buruk untuk penderita asam urat:

Makanan sangat tinggi purin:

1. Jeroan, seperti hati, ginjal, dan otak
2. Daging, termasuk bacon, daging sapi, daging babi, dan domba
3. Teri, sarden, herring, mackerel, dan kerang
4. Saus gravy
5. Bir

Makanan dengan kadar purin sedang:

1. Ikan dan seafood (selain seafood purin tinggi)
2. Oatmeal dan gandum

Makanan dengan kadar purin rendah:

1. Sayuran hijau dan tomat
2. Buah-buahan
3. Roti dan sereal yang tidak mengandung gandum
4. Mentega, dadih, keju, dan telur
5. Cokelat dan kakao
6. Kopi, teh, dan minuman berkarbonasi
7. Selai kacang dan kacang-kacangan

Produk susu yang dapat menurunkan risiko asam urat:

1. Susu rendah lemak atau susu tanpa lemak
2. Yoghurt rendah lemak


(mer/mer)