Reproduksi Bayi dengan Tiga Orang Tua Bisa Selamatkan Hidup

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 04/02/2015 09:20 WIB
Reproduksi Bayi dengan Tiga Orang Tua Bisa Selamatkan Hidup Anggota parlemen Inggris sepakat mendukung penciptaan bayi dengan DNA dari dua perempuan dan satu laki-laki. (GettyImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Inggris menoreh langkah bersejarah, sekaligus menuai kecaman rakyatnya. Anggota parlemen Negeri Ratu Elizabeth itu sepakat mendukung penciptaan bayi dengan DNA dari dua perempuan dan satu laki-laki.

Saat ini, Inggris siap menjadi negara pertama yang memperkenalkan undang-undang untuk memungkinkan penciptaan bayi dari tiga orang.

Dalam pemungutan suara di Parlemen, 382 anggota parlemen mendukung, sementara 128 anggota menentangnya. Teknik reproduksi tersebut dinilai dapat menghentikan penyakit genetik yang diturunkan dari ibu kepada anak.


Selama perdebatan, para menteri berkata bahwa teknik tersebut adalah 'cahaya di ujung terowongan gelap' bagi keluarga. Pemungutan suara selanjutnya masih akan dilakukan di Parlemen Inggris House of Lords. Jika undang-undang berjalan, maka bayi pertama dapat lahir pada tahun depan.

Para pendukung undang-undang tersebut berkata, ini adalah kabar baik bagi kemajuan ilmu kedokteran. Namun, para pengeritik berkata, mereka akan terus berjuang melawan teknik yang menurut mereka menimbulkan banyak masalah etika dan keselamatan.

Diperkirakan 150 bayi dari tiga orang tua akan dilahirkan setiap tahun. Seperti dilansir dari laman Independent, Perdana Menteri David Cameron mengungkapkan, “Kami tidak ingin seolah menjadi dewa di sini. Kami hanya memastikan bahwa dua orang tua yang menginginkan bayi yang sehat dapat memiliki satu (bayi).”

Menyelamatkan hidup

Metode yang dikembangkan di Newcastle ini dapat menolong perempuan seperti Sharon Bernardi dari Sunderland. Ketujuh anak Sharon meninggal akibat penyakit mitokondria.

Mitokondria adalah kompartemen kecil di dalam hampir setiap sel tubuh. Dia dapat mengubah makananan menjadi bentuk energi.

Dengan teknik ini, bayi memiliki DNA sendiri yang tidak memengaruhi karakteristik fisik seperti penampilan.

Mitokondria rusak diturunkan hanya dari ibu. Mitokondria rusak menyebabkan kerusakan otak, pengecilan otot, kegagalan jantung, dan kebutaan. Teknik ini menggunakan versi modifikasi IVF (in vitro fertilisation) untuk menggabungkan DNA dua orang tua dengan pendonor perempuan yang memiliki mitokondria sehat.

Hasilnya, 0,1 persen DNA bayi berasal dari dari perempuan kedua. Perubahan bersifat permanen tersebut akan diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut penelitian terbaru, sumbangan mitokondria berpotensi membantu lebih dari 2400 perempuan di Inggris. Gillian Lockwood, pakar etika reproduksi mengatakan, “Kurang dari sepersepuluh dari satu genom yang sebenarnya akan terpengaruh. Ini bukan bagian dari apa yang membuat kita secara genetik siapa.”

“Teknik ini tidak memengaruhi tinggi badan, warna mata, kecerdasan, musikalitas. Ini hanya memungkinkan baterai untuk bekerja dengan baik.”


(win/mer)