Dalam waktu relatif singkat, 65 tahun kemudian, penduduk membengkak jadi 160 ribu. Sebagian besar dari mereka adalah imigran.
Kota itu menimbun kekayaan di balik penderitaan para pekerja pribumi yang disebut mitayos. Sekitar 13 ribu pekerja dalam setahun lenyap di dalam perut gunung perak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kira-kira 62 ribu ton perak yang ditambang selama 300 tahun. Menjadikan Potosi sebagai salah satu kota terkaya dan tercemar di dunia.
UNESCO mengatakan, rantai produksi secara keseluruhan terlestarikan bersama bendungan, saluran air, pusat penggilingan, dan pembakaran. Potosi menjadi contoh tambang perak raksasa yang ada di zaman modern.