Tak Cuma Bikin Langsing, Teh Hijau Juga Bisa Bunuh Sel Kanker

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 05/02/2015 14:50 WIB
Tak Cuma Bikin Langsing, Teh Hijau Juga Bisa Bunuh Sel Kanker Selama ini, teh hijau dikenal mengandung antioksidan kuat yang bermanfaat bagi berbagai kesehatan. Namun, kandungan manfaatnya ternyata lebih dari itu. (Michael Stern/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Khasiat kesehatan teh hijau telah lama populer, terutama bagi negara-negara di belahan timur seperti Jepang dan Tiongkok. Dunia barat pun kian penasaran untuk mengenal teh tradisional masyarakat Jepang ini. Rupanya, teh hijau tak hanya manjur untuk melangsingkan tubuh, tetapi juga membunuh sel kanker.

Dilansir dari laman Independent, para ilmuwan mengatakan bahwa teh hijau membantu mengenyahkan siklus kematian sel kanker, meninggalkan sel-sel sehat saja di dalam tubuh manusia.  

Sebuah senyawa yang disebut sebagai epigallocatechin 3 gallate atau EGCG ditemukan terkandung dalam teh hijau. EGCG memicu proses penghancuran sel-sel ganas, kata para peneliti di Penn State's Center yang meneliti kesehatan makanan dari tumbuhan dan jamur.


Selama ini, teh hijau dikenal mengandung antioksidan kuat yang bermanfaat bagi berbagai kesehatan. Namun, kandungan manfaatnya ternyata lebih dari itu. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa senyawa EGCG bertanggung jawab menghancurkan  sel-sel yang cenderung mengarah pada pertumbuhan tumor yang mematikan.   

Profesor Joshua Lambert penulis penelitian menjelaskan, “EGCG melakukan sesuatu untuk merusak mitokondria. Kerusakan mitokondria tersebut menyiapkan siklus yang menyebabkan kerusakan lebih pada mitokondria dan mengeluarkannya hingga sel tersebut mati.”

Saat mitokondria yang merupakan membran sel terbunuh, kemungkinan sel-sel ganas kembali atau tumbuh jadi lebih jauh berkurang. Tekanan oksidatif dirangsang saat teh hijau memberikan manfaat antioksidan ke dalam sel normal.

Kehadiran sirtuin 3, protein yang sangat penting untuk kesehatan dan masa hidup sel ditemukan meningkatkan sel-sel sehat, dan mengurangi sel kanker dengan bantuan senyawa EGCG.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research itu sangat penting untuk mengembangkan obat-obatan alternatif sebagai kemoterapi yang tidak menimbulkan efek samping berbahaya. Para peneliti juga percaya jika temuan tersebut dapat merumuskan perawatan pencegahan kanker yang efektif.


(win/mer)