Fakta Ilmiah di Balik Galau dan Depresi Saat Hujan

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 10/02/2015 07:01 WIB
Fakta Ilmiah di Balik Galau dan Depresi Saat Hujan Serotonin merupakan hormon yang memainkan peran penting dalam menentukan suasana hati. (Wikimedia Commons/Luke Ma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak hanya menyebabkan rasa lelah dan kantuk, cuaca hujan juga ternyata bisa mengubah suasana hati Anda meskipun dalam kadar yang sedikit. Sebuah studi yang dilakukan oleh Jaap Denissen pada tahun 2008 menunjukkan bahwa cuaca yang cepat berubah dapat memengaruhi suasana hati seseorang setiap harinya.

Dalam penelitiannya, Denissen pun menemukan sinar matahari dan kelelahan memiliki hubungan yang signifikan. Jumlah paparan sinar matahari yang semakin sedikit diterima oleh tubuh akan menyebabkan seseorang mengalami gejala seperti depresi.

Seorang profesor psikologi dari University of Vermont, Kelly Rohan, mengatakan, cuaca hujan bisa menimbulkan kebiasaan tidak produktif seperti rasa malas dan lelah sepanjang hari, sulit bangkit dari tempat tidur untuk memulai aktivitas, bahkan konsumsi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi pun semakin banyak sehingga menyebabkan berat badan bertambah.


Jumlah sinar matahari yang terserap oleh kulit juga memiliki dampak besar pada suasana hati karena memengaruhi jumlah penyerapan vitamin D.

"Vitamin D ditemukan dapat mengubah tingkat serotonin dalam otak, yang dapat menjelaskan tentang perubahan suasana hati," kata Denissen dalam penelitiannya, seperti dilansir dari laman Accu Weather.

Serotonin merupakan hormon yang memainkan peran penting dalam menentukan suasana hati. Tingkat serotonin yang rendah dapat menyebabkan gejala stres. Semakin sedikit cahaya matahari yang Anda dapatkan, semakin sedikit pula vitamin D yang diserap tubuh dan jumlah serotonin pun akan semakin sedikit.

"Oleh sebab itu, kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh memiliki bertanggung jawab pada peningkatan pengaruh negatif dan kelelahan pada seseorang," ungkap Denissen. (mer/mer)