Makan Telur Naga & Sumsum Tulang di Restoran Game of Thrones

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Selasa, 17/02/2015 12:24 WIB
Makan Telur Naga & Sumsum Tulang di Restoran Game of Thrones Sebuah restoran terinspirasi "Game of Thrones" dibuka di London selama akhir pekan Hari Valentine. (Dok. REUTERSTV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernahkah Anda punya keinginan mencicipi bagaimana rasa makanan raja dan ratu di serial Game of Thrones? Nah, beberapa orang di London beruntung dapat merasakan langsung sensasi makan ala kerajaan di special pop-up Game of Thrones restaurant.

Restoran pop-up itu dibuka di West End London akhir pekan lalu, lengkap dengan menu dan dekorasi khas Game of Thrones. Tempat makan mewah dan mengesankan ini didirikan oleh HBO untuk menandai rilisnya musim keempat Game of Thrones.

Pengunjung dapat mencicipi menu makanan ‘aneh’, mulai dari Bone Marrow Crème brûlée hingga Dragon Eggs. Suasana restoran pun dibuat persis seperti di dalam drama: makan dikelilingi cahaya lilin, iringan musik kecapi, dan alat peraga yang benar-benar digunakan pada set serial fantasi Game of Thrones.


Pengunjung yang beruntung dipilih sebagai pemenang dari Sky Competition. Mereka dapat menikmati makan malam mewah untuk enam orang, masuk ke dalam restoran sambil menutup mata, dan disambut oleh pembunuh atau anggota klan Dothraki, seperti dilansir dari laman Independent, Selasa (17/2).

Enam piring disajikan di atas meja, terdiri dari sekitar 15 makanan kecil, sepiring besar buah, burung merpati berbumbu, buah kering, dan kue almond — yang dibuat untuk menghormati Raja Joffrey.

Sayangnya, tak satu pun aktor dari Game of Thrones tampil di restoran tersebut. Tapi para tamu yang hadir cukup merasa terhibur karena disuguhi hal-hal terbaik dari beberapa adegan di dalam serial itu.

Restoran pop-up itu dibuka di West End London akhir pekan lalu, lengkap dengan menu dan dekorasi khas Game of Thrones. (Dok. Reuters TV)

Untuk menghidangkan menu khusus tersebut, HBO meminta Kepala Koki Jamie Hazeel untuk menciptakan perjamuan ‘penuh dengan kesulitan.’

"Kami mengambil inspirasi dari tiga tempat yang berbeda," katanya, kepada The Guardian. "Pertama, satu gambar memiliki makanan abad pertengahan, bagaimana itu disajikan dan hidangan menggugah seperti tumpukan burung puyuh, babi dan pie merpati, yang kami pikir itu penting untuk memasukkan atmosfernya.”

“Yang paling penting, inspirasi berbagai aktivitas yang terjadi selama musim empat acara ini dan merayakan melalui hidangan yang kami ciptakan," katanya.

"Kami adalah penggemar dari Game of Thrones, jadi ini sesuatu yang menyenangkan," katanya menambahkan.

Sayangnya, pembukaan restoran itu sudah berakhir pada 15 Februari malam. Jadi para penggemar yang ketinggalan dan tak sempat mencicipi hidangan ala Game of Thrones, harus sabar menunggu hingga musim lima yang mengudara pada bulan April mendatang.



(mer/mer)