Di Hongkong, Dalam Makanan Tersimpan Banyak Doa

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 26/02/2015 15:48 WIB
Di Hongkong, Dalam Makanan Tersimpan Banyak Doa Seperti makanan khas Tiongkok lainnya, setiap makanan memiliki makna, doa dan harapan. Seperti helaian mi yang melambangkan panjang umur. (Thinkstock/AnnekeDeBlok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa yang Anda pikirkan pertama kali soal makanan? Rasa nikmat dan harga terjangkau? Tentu saja. Rasanya tak ada yang ingin membayar mahal demi rasa makanan yang biasa saja atau bahkan tidak enak.

Padahal sejatinya, sepiring makanan juga menyimpan sebuah nilai lain. Tak hanya rasa dan harga. Bagi pembuatnya, makanan juga berarti buah pikiran dan mahakarya.

Makanan juga punya arti besar untuk masyarakat Hongkong dan masyarakat Tiongkok lainnya.


"Selama saya di Hongkong, saya menemukan bahwa semua makanan di negara ini punya arti tersendiri," kata chef Edwin Lau saat menghadiri acara Hongkong Tourism Board di Pullman Hotel Central Park, Jakarta Barat, Kamis (26/2).

Dikatakan Edwin, tren makanan yang berkembang di Hongkong saat ini adalah gaya makanan yang enak tapi juga penuh arti. Ibarat ungkapan ucapan adalah doa, demikian pula arti makanan bagi mereka. Dalam setiap makanan ada doa dan harapan.

Seperti makanan khas Tiongkok lainnya, setiap makanannya memiliki makna, doa dan harapan. Dalam setiap makanan tersimpan harapan dan doa bagi setiap orang yang menyantapnya.

Dikatakan Edwin, ada jenis-jenis bahan yang bisa melambangkan doa dan harapan dalam falsafah Tiongkok. Misalnya saja helaian mi yang melambangkan panjang umur. Ikan yang melambangkan kemakmuran dan lainnya.

"Saya juga menciptakan dessert asin dari leci dan udang yang disajikan dengan tiga jenis saus. Tiga melambangkan kesempurnaan," ujarnya.

"Saus mangga yang berwarna kuning melambangkan kekayaan. Saus alpukat hijau melambangkan kesehatan dan harmoni dengan alam, sedangkan saus tomat yang berwarna merah menggambarkan passion dan keberuntungan. Harapannya orang yang menyantapnya bisa beruntung, sehat dan makmur," jelasnya.


(chs/utw)