Cara Benar Memandikan Bayi Agar si Kecil Semakin Pintar

Rahmi Suci Ramadhani, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2015 10:04 WIB
Cara Benar Memandikan Bayi Agar si Kecil Semakin Pintar Ilustrasi bayi mandi (Bridget Coila/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalau Anda para orang tua yang masih menganggap memandikan bayi sebagai ritual biasa, Anda tampaknya perlu mengubah pikiran segera.

Pada awal kehidupan bayi, yakni di bawah umur tiga tahun, penelitian menunjukkan stimulus multisensorik berperan penting pada tumbuh kembang sang buah hati. Stimulus multisensorik tersebut salah satunya dialami bayi saat mandi.

“Orang tua dapat menstimulasi indra melalui interaksi dengan anak melalui sentuhan, termasuk saat mandi," kata Rini Sekartini, pakar tumbuh kembang anak saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Manfaat tersebut menjadikan mandi lebih dari sekadar ritual membersihkan tubuh. Namun, mandi merupakan saat-saat yang dapat turut menentukan masa depan anak. Berikut adalah kekuatan memandikan bayi dengan memberi stimulus multisensorik.

1. Bayi merasa bahagia

Pada saat mandi, aroma sabun atau perawatan tubuh bayi lain yang akrab dan menyenangkan dapat memberi kebahagiaan bagi bayi. Aroma yang menyenangkan dan akrab terbukti meningkatkan suasana hati dan kesigapan bayi.

Dalam beberapa studi, bayi yang dimandikan dengan aroma tertentu juga menjadi lebih aktif. Sebanyak 30 persen bayi yang mandi dengan aroma lebih banyak berinteraksi dengan orang tua setelah mandi.

Aroma juga berdampak pada perilaku bayi sebelum tidur. Bayi yang dimandikan dengan aroma menghabiskan waktu 25 persen lebih sedikit untuk menangis sebelum tidur.

2. Bayi bertumbuh kembang sempurna

Para pakar tumbuh kembang anak setuju bahwa sentuhan dan pijatan rutin pada bayi, salah satunya dilakukan orang tua saat memandikan bayi, dapat mendukung tumbuh kembang bayi.

Bayi yang rutin diberi sentuhan lembut dan pijatan memiliki kemungkinan hingga 50 persen lebih besar untuk melakukan kontak mata. Kontak mata merupakan salah satu bentuk komunikasi paling awal antara bayi dengan bundanya.

Kontak langsung antara ibu dan bayi dapat membantu menenangkan pernapasan bayi sehingga ia menjadi lebih sehat. Selain itu, bayi juga tiga kali lebih mungkin untuk berekspresi secara positif.

Para peneliti juga telah membuktikan bahwa pijatan rutin membantu meningkatkan kinerja kognitif otak alias kecerdasan serta kewaspadaan dan perhatian.

Selain pijatan, bermain dengan gelembung saat mandi pun membantu bayi mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Bahkan, cipratan air saat mandi dapat membantu memperkenalkan efek sebab dan akibat untuk bayi.

3. Bayi belajar

Salah satu aktivitas penting yang harus dilakukan orang tua saat memandikan bayi adalah mengajaknya bercakap-cakap.

Studi menunjukkan, bayi yang diajak bercakap-cakap memiliki kosakata yang lebih luas ketika menginjak usia dua tahun. Hal tersebut amat bermanfaat dalam kaitannya dengan kognisi anak kelak.

Berdasarkan penelitian, jumlah kata yang didengar anak hingga usia tiga tahun memiliki korelasi dengan keberhasilan akademis mereka di masa depan. Artinya, semakin banyak anak mendengar kosakata, akan semakin cemerlang sisi akademik mereka.



(mer/mer)