Bahaya yang Mengintai di Balik Kue Cubit Setengah Matang

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2015 11:01 WIB
Bahaya yang Mengintai di Balik Kue Cubit Setengah Matang Kue cubit (CNN Indonesia/Tri wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demam kue cubit setengah matang masih berlangsung sampai sekarang. Kenikmatan lelehannya yang empuk, hangat dan manis. Modifikasi lain yang dilakukan adalah dengan memberi beragam rasa dan topping, bukan hanya cokelat tabur saja.

Penganan tradisional ini sebenarnya sudah lama digandrungi banyak orang. Namun, beragam inovasi ini akhirnya membuat kue cubit mendulang lebih banyak apresiasi.

Banyak orang yang memburu kue cubit setengah matang karena menilai rasanya lebih lezat dan sensasi yang unik. Meski tengah popular dan banyak dicari, namun dari segi memasak, ternyata kue cubit setengah matang bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan kondisi yang tidak tepat.


"Sebenarnya tidak apa-apa kalau setelah diangkat langsung di makan. Tapi, bahayanya kalau sudah didiamkan. Apalagi lebih dari empat jam," kata Chef Setiyanto saat dihubungi CNN Indonesia.

Menurutnya, berdasarkan standar internasional, makanan dari suhu panas jika didiamkan dalam waktu lebih dari 4 jam sudah tidak baik untuk kesehatan, apalagi yang mengandung telur. Kondisi ini 'diperparah' dengan adanya kandungan telur yang dimasak setengah matang.

Seperti diketahui, telur ayam mengandung bakteri salmonella. Jika tak dimasak dan dikonsumsi dengan cara yang tepat maka bisa menyebabkan penyakit. "Itu bisa bikin diare atau muntah-muntah," ujar Setiyanto.

Selain itu, kandungan karbohidrat dalam tepung pada kue cubit akan cepat basi karena memiliki sifat yang cepat rusak. Hal ini disebabkan karena proses memasaknya yang setengah matang.

Namun, Setiyanto menjelaskan, efek seperti itu bisa terjadi jika ketahanan tubuh seseorang rendah. "Kalau efeknya untuk setiap orang beda. Tergantung ketahanan tubuh masing-masing."

Ia mengatakan ada beberapa orang yang harus mewaspadai dan diharapkan menghindari mengonsumsi kue cubit setengah matang. "Yang rentan itu anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Apalagi saat musim pancaroba seperti sekarang, itu juga rentan," ucap Setiyanto.

(Baca juga: Berburu Lelehan Kue Cubit di Jakarta)


(chs/mer)