Jenis Sampah dan Lama Proses Penghancurannya

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 09:01 WIB
Jenis Sampah dan Lama Proses Penghancurannya Sampah yang berasal dari bahan alami seperti sayur, kulit buah, dan lain-lain akan hancur dalam hitungan hari. (CNNIndonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan pernah sepelekan sampah. Karena lingkungan dan hidup manusia pun bisa terancam oleh keberadaan benda yang sering diabaikan ini.

Jika sampah tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin lingkungan sekitar Anda akan tertutup dengan sampah. Coba tengok Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bantar Gebang, Bekasi, sampah-sampah sudah menggunung. Bahkan kabar buruknya, Bantar Gerbang sudah berada di ambang batas pemenuhan kapasitas sampah. Lantas, ke mana lagi harus membuang sampah? Ke sungai dan berakhir di laut?

Beberapa tahun lalu, ditemukan sebuah gundukan sampah di tengah lautan yang besarnya hampir seluas Texas. Itupun sudah bertahun-tahun lalu. Jika masih banyak orang yang membuang sampah ke laut, bukan tidak mungkin lama-kelamaan akan terbentuk sebuah benua baru yang terdiri dari sampah.


Sampah yang menumpuk ini pun tentunya akan mencemari lingkungan. Ikan-ikan pun pasti akan terganggu hidupnya, bahkan bisa mati. Tak terkecuali dengan manusia. Bau sampah yang busuk saja sudah bisa mencemari indra penciuman. Wujudnya yang tak jelas pun bisa mencemari indra penglihatan. Belum lagi dampak kesehatan lainnya jika lingkungan tercemar sampah. Tentu lebih merugikan lagi.

Sampah yang menumpuk, menggunung, atau membuat sebuah daratan baru itu adalah wujud dari kurangnya kesadaran untuk mengelola sampah.

Bayangkan, dalam satu hari, setiap hari, satu orang rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 600 gram. Sampah itu terdiri dari sampah organik, kertas, plastik, dan benda-benda tak terpakai lainnya. Di sebuah kota seperti Jakarta saja, sampah yang dihasilkan sekitar 7.620 ton dengan estimasi jumlah penduduk 12,7 juta jiwa.

Jumlah tersebut ternyata bisa menutupi lebih dari empat kali luas lapangan bola. Itu pun hanya dalam waktu satu hari saja. Sementara seluruh sampah yang ditampung tidak bisa lenyap dalam satu hari, bukan?

Bahkan untuk menghancurkan bahan plastik dibutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun lamanya sampai sampah plastik benar-benar hancur.

Berikut urutan sampah berdasarkan lama proses penghancurannya:

Sampah organik, atau sampah yang berasal dari bahan alami seperti sayur, kulit buah, dan lain-lain akan hancur dalam hitungan hari atau minggu. Atau paling tidak kurang dari satu bulan. Sementara sampah kertas akan terurai dalam waktu dua sampai enam bulan.

Kantong plastik biasa membutuhkan waktu sepuluh sampai 12 tahun untuk terurai. Botol plastik lebih lama lagi. Karena polimernya lebih kompleks dan lebih tebal, botol plastik memiliki waktu 20 tahun untuk hancur. Sedangkan sterofoam biasa yang sering digunakan di Indonesia, membutuhkan waktu 500 tahun untuk bisa hancur sempurna.


(mer/mer)