Karena penasaran, dokter pun memintanya untuk melakukan CT scan. Hasilnya mengejutkan, ada sebuah ‘telur rebus’ raksasa yang bersarang di tubuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter mengatakan, benjolan yang tampak seperti telur rebus raksasa itu sebenarnya adalah peritoneal tubuh yang longgar. Massa itu diperkirakan terbentuk ketika epiploic appendages -- kantung lemak yang terbungkus membran usus -- memutar jauh sehingga terlepas dan longgar. Peritoneal kemudian berubah menjadi benjolan berserat dan menjadi kaku.
Dalam laporan sebelumnya di jurnal yang sama, dokter mengatakan kasus massa raksasa dengan ukuran lebih dari 5 cm adalah kejadian langka, dan hanya ada beberapa laporan dalam literatur medis.
Peritoneal yang longgar sering tidak memiliki gejala saat ukurannya masih kecil. Tapi ketika cukup besar, mereka dapat menghalangi usus, memblokir kandung kemih, dan menyebabkan retensi urine yang membuat penderitanya harus sering bolak-balik ke kamar mandi.
Untungnya, setelah dilakukan pembedahan, laki-laki tersebut dilaporkan tidak lagi merasa sering ingin buang air kecil.
Dokter kemudian mencelupkan massa tersebut ke dalam tinta hijau untuk menunjukkan lapisan yang berbeda. Isinya adalah lapisan jaringan fibrosa, protein dan bahan berserat di bagian tengah, dikelilingi oleh cincin jaringan kalsifikasi.
(mer/mer)