Suntik Silikon, Penis Lelaki Jerman Mencapai Berat 4 Kilogram

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 13/04/2015 08:45 WIB
Suntik Silikon, Penis Lelaki Jerman Mencapai Berat 4 Kilogram Ilustrasi (Getty Images/Zurijeta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang lelaki Jerman yang memperbesar penis dengan suntik silikon mengaku penisnya sekarang berukuran raksasa.

Micha Stunz memiliki penis sepanjang 9 inci (22 cm), lebar 3,5 inci (9 cm) dengan berat antara 3 sampai 4,3 kilogram.

“Saya tidak bisa katakan secara tepat berapa beratnya. Saya hanya tahu timbangan dapur saya tidak cukup untuk sementara,” katanyanya seperti dilansir dari laman Vice.


Stunz (45) yang tinggal di Berlin, mengatakan dia memperbesar penisnya dengan cara tersebut bukan untuk membuatnya lebih bagus, tetapi untuknya merasa lebih baik.

Anehnya, silikon tidak memberikannya kenikmatan seksual, berhubungan seks justru jauh lebih sulit baginya. Stunz tidak bisa mendapatkan ereksi normal. Peningkatan ukuran penisnya tidak terlihat karena semuanya silikon.

Penis raksasa sudah membatasi kehidupan seksnya, tapi dia mengatakan, itu justru membuatnya lebih kreatif di atas ranjang. “Saat mencapai ukuran (penis) tertentu, Anda tidak dapat melakukan hal-hal tertentu lagi,” katanya.

“Anda hanya perlu membebaskan diri dari peran yang telah terbentuk dan siap untuk bermain.”

Minat Stunz memodifikasi penis sudah sejak 20 lalu, saat dia diberi hadiah sebuah pompa (mainan seks). “Saya sangat penasaran untuk tidak mencobanya. Pertama, saya mencobanya sendiri diam-diam,” katanya.

“Saya merasa saat memompa (penis), ada perasaan yang sangat baik, rasanya luar biasa,” ucap Stunz menggambarkan perasaannya. “Saya merasa tidak terjebak di dalam tubuh saat saya dilahirkan, tetapi ada kemungkinan untuk saya membentuk dan mengubahnya.”
 
Dia pun memperbesar dirinya dengan suntikan saline. “Rasanya hebat,” katanya. Namun, Stunz tidak suka mendapatkan suntikan tersebut karena selalu ada risiko infeksi.

“Orang-orang di sekitar saya juga akan bertanya-tanya mengapa daerah selangkangan saya ukurannya berubah.” Itu sebabnya, Stunz mencari sesuatu yang permanen.

Kehidupan normal

Butuh waktu beberapa tahun mencari informasi tentang suntikan silikon. Saat Stunz mulai meneliti suntikan silikon, prosedur itu hanya ada di London. Namun, alih-alih mencari bantuan medis profesional, dia malah menemui mahasiswa kedokteran yang setuju melakukan suntikan pertama.

Sampai saat ini, Stunz empat prosedur suntik silikon ke penis dan skrotum dilakukannya. Namun, Aref el Seweife, urolog di Berlin yang melakukan prosedur pembesaran penis, memperingatkan, menyuntik silikon ke dalam penis dapat menyebabkan infeksi yang menyebabkannya 'termutilasi'.

“Kasus terburuk, dapat menyebabkan arteri di skrotum melebar dan testis mati,” kata Seweife yang mendesak agar orang yang memilih prosedur tersebut melakukannya dengan petugas medis profesional.

Bahkan, penelitian pada 2012 di Annals Urologi melaporkan, prosedur pembesaran penis dengan cairan silikon oleh tenaga non-medis dapat berisiko merusak. Stunz pun menerima saran itu. Menurutnya, setiap orang yang ingin memperbesar penis dengan silikon harus memastikan informasi sepenuhnya.

Kendati kondisi Stunz tampak ekstrem, dia mengaku memiliki 'kehidupan normal'. “Saya bekerja, membeli bahan makanan, pergi ke bar, dan bioskop. Saya biasa memastikannya tidak terlalu jelas (terlihat). Tapi rasanya tidak mudah membeli sepasang celana baru,” katanya.


(win/win)