“Kami sudah memiliki satu (restoran) di mana sekarang saya tinggal, tetapi saya tidak akan masuk ke sana,” kata lelaki 87 tahun, Raymond Allen. “Saya tidak menggunakannya dan saya pikir itu mengerikan. Perusahaan tersebut sudah merusak produk.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita memiliki (resep) ayam asli tradisional tetapi ada begitu banyak produk pilihan berbeda, sulit mengetahui apa yang harus dipesan.”
Allen berjumpa dengan dengan Sang Kolonel di Chicago 50 tahun yang silam. Kala itu ayam di Inggris adalah makanan yang dimasak dengan cara dipanggang, bukan digoreng, dan hanya disantap pada Minggu malam.
“Kolonel adalah orang yang sangat baik, yang sangat terus terang,” katanya.
“Namun, pada saat kami bertemu, dia adalah pemilik restoran di Southern State yang baru memulai bisnisnya. Sementara, saya tahu banyak tentang paten atau merek dagang terdaftar.”
“Kami mendengar tentang dia sebelum pertemuan. Namun, ketika pertama kali bertemu dengannya, dia hanya punya satu waralaba di Amerika yang menjual menu ayam di restoran.”
“Kami berada di dalam bisnis makanan cepat saji dan berpikir itu akan menjadi produk ideal untuk dijual dengan sistem bisa dibawa pulang (takeaway). Kami memiliki beberapa bar sehingga memutuskan untuk mengubahnya menjadi KFC. Itulah yang pertama kami lakukan dengan restoran yang pertama di Preston.”
(win/mer)