Kisah Tragis Gadis yang Meninggal karena Minum Pil Pelangsing

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 11:09 WIB
Eloise Parry, seorang mahasiswi berusia 21 tahun meninggal dunia setelah mengonsumsi pil pelangsing yang dibelinya secara online. Ilustrasi (Get
Jakarta, CNN Indonesia -- Eloise Parry, seorang mahasiswi berusia 21 tahun meninggal dunia setelah mengonsumsi pil pelangsing yang dibelinya secara online. Gadis yang akrab disapa Ella itu ‘terbakar dari dalam’ setelah menelan zat beracun yang dikenal dengan Dinitrophenol atau DNP.

Setelah sengaja mengonsumsi dosis DNP yang mematikan pada 12 April lalu, Ella mulai merasa tidak sehat pada saat jam makan siang. Ia pun segera dilarikan ke Royal Shrewsbury Hospital, Inggris.

Dokter melakukan uji toksisitas dan menemukan dia dalam bahaya besar karena tidak ada penangkal DNP, yang beracun. Metabolismenya mulai menigkat dan tubuhnya terasa panas.


Meskipun dokter telah berusaha keras untuk menstabilkannya, nyawa Ella tak bisa diselamatkan. Dia meninggal tiga jam kemudian.

Ibunya, Fiona Parry (51), kini mulai memberi peringatan keras bagi para remaja, tentang bahaya membeli pil pelangsing secara sembarangan.

“Obat itu dalam tubuhnya, tidak ada obat penawar, dan dia telah mengambil dosis yang mematikan,” kata sang ibu. “Karena kondisi Ella memburuk, petugas medis melakukan semua yang mereka bisa untuk menstabilkan dirinya.”

“Dia benar-benar terbakar dari dalam. Ketika dia berhenti bernapas, mereka menempatkannya pada ventilator dan berjuang menyelamatkannya. Ketika jantungnya berhenti, mereka tidak bisa menghidupkannya kembali,” kata Fiona.

Fiona mengatakan, putrinya tak pernah berniat untuk menghabisi nyawanya sendiri. Dia hanya tidak mengerti bahaya overdosis mengonsumsi pil pelangsing.

“DNP bukanlah pil ajaib. Ini adalah racun yang mematikan, mirip dengan struktur TNT. DNP menyebabkan metabolisme Anda naik ke tingkat peledak, dengan konsekuensi yang berpotensi fatal.”

Polisi kini tengah menyelidiki di mana Ella membeli pil pelangsing seharga £ 70 (setara dengan Rp 1,3 juta) untuk 100 kapsul mengandung 200mg DNP.

Mengenal Dinitrophenol (DNP)

DNP dijual sebagai sarana menurunkan berat badan, namun telah digambarkan sebagai obat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia oleh dokter. Obat pelangsing ini sebagian besar dijual melalui internet dengan sejumlah nama yang berbeda, tetapi berisi 2, 4-dinitrophenol.

DNP dipasarkan terutama untuk binaragawan sebagai sarana menurunkan berat badan, karena seperti yang diperkirakan dapat meningkatkan metabolisme secara dramatis.

Obat yang diproduksi berwarna kuning dan berbau ini sebelumnya digunakan sebagai herbisida dan fungisida. DNP diluncurkan sebagai obat pelangsing di Amerika Serikat pada tahun 1930-an tetapi kemudian dilarang pada tahun 1938, karena efek samping yang parah.

Tergantung pada jumlah yang dikonsumsi, tanda-tanda keracunan akut dapat menyebabkan mual, muntah, gelisah, kulit memerah, berkeringat, pusing, sakit kepala, respirasi cepat dan detak jantung tidak teratur. Dalam kasus yang parah bisa menyebabkan koma dan kematian.


(mer/mer)