“Ini disebut saraf trigeminal,” ujar Larry Newman, MD, direktur Headache Institute di St Luke's-Roosevelt Hospital Center di New York City, seperti dilansir dari laman Health.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini pembuluh darah yang melekat pada serat saraf yang mengirimkan denyutan dari pembuluh darah kembali ke otak, di mana Anda kemudian melihatnya sebagai rasa sakit," kata Newman.
"Ini adalah sistem yang kita semua miliki," kata Michael Cutrer, MD, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota. "Tapi pada orang yang menderita migrain, sistem rentan diaktifkan berulang kali. Seperti alarm mobil yang terlalu sering berbunyi, sistem mulai mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi secara normal dalam hidup Anda."
Meskipun beberapa orang mengalami aura sebelum serangan, migrain khas terjadi dalam dua langkah.
1. Saraf trigeminal diaktifkan
Ketika saraf trigeminal terangsang, gejala pertama yang paling umum adalah rasa sakit di sekitar mata dan pelipis. Jika rasa sakit ditangani dengan cepat dengan obat migrain seperti triptans, peradangan dapat dikurangi, dan penderita dapat menghentikan migrain relatif cepat.
Triptans bertindak sebagai pasokan tambahan serotonin untuk membantu mempersempit pembuluh darah dan memblokir transmisi nyeri pada saraf.
2. Sistem saraf pusat dipicu
Jika gejala migran tidak diobati, mekanisme lain akan memicu sistem saraf pusat itu sendiri. Pada titik ini, mekanisme nyeri menjadi sangat sulit untuk dihentikan. Obat pada tahap ini cenderung tidak bekerja. Seolah-olah rasa sakit telah terpisah dari sumber aslinya di saraf trigeminal.
(mer/mer)