'Thunderclap Headache', Sakit Kepala Pencetus Stroke

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2015 18:49 WIB
'Thunderclap Headache', Sakit Kepala Pencetus Stroke Ilustrasi sakit kepala. (Thinkstock/Jupiterimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit stroke ternyata bisa dikenali sejak dini. Salah satu gejalanya adalah sakit kepala yang begitu hebat, yang dikenal dengan sebutan thunderclap headache.

Seperti namanya, thunderclap headache merupakan sakit kepala yang rasanya seperti di sambar petir. Rasa sakit yang menyerang datangnya sangat tiba-tiba. Biasanya sakit kepala ini terjadi dalam waktu 60 detik dan akan menghilang dalam durasi beberapa jam.

Bahkan, seperti dikutip dari Mayo Clinic, sakit kepala ini bisa berlangsung lebih dari satu hari hingga satu minggu. Rasa sakit ini bisa terjadi di mana saja dan tak hanya di kepala. Tapi bisa terjadi pada leher dan punggung bagian bawah dan disertai dengan mual, muntah bahkan sampai kehilangan kesadaran.


Penyakit ini terjadi akibat adanya perdarahan antara otak dan selaput yang menutupi otak. Perdarahan ini terjadi karena adanya tonjolan abnormal atau balon dalam pembuluh darah (aneurisma).

Selain itu, thunderclap headache juga bisa disebabkan beberapa masalah lainnya. Pembuluh darah yang pecah, adanya cairan pada arteri yang memasok darah ke otak, dan bocornya cairan serebrospinal, yang menyebabkan adanya cairan menutupi daerah di sekitar akar saraf tulang belakang.

Thunderclap headache juga ternyata bisa disebabkan adanya tumor di ventrikel ketiga pada otak yang menghalangi aliran cairan serebrospinal. Kehilangan suplai darah atau perdarahan di kelenjar hipofisis, adanya darah yang membeku di otak, tekanan darah yang tinggi, dan radang selaput otak pun juga ternyata bisa menjadi pencetusnya.

Jika Anda merasa pernah mengalami gejala ini, apalagi terjadi secara rutin, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis saraf. Jika terlambat mendapatkan penanganan, mungkin Anda bisa terkena stroke atau bahkan nyawa Anda terancam.


(utw/utw)