Studi: Latihan Kesadaran Pikiran Terapi Anti Depresan Baru

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 03:41 WIB
Studi: Latihan Kesadaran Pikiran Terapi Anti Depresan Baru Ilustrasi depresi. (Thinkstock/Jupiterimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah terapi berbasis pelatihan kesadaran atas pikiran bisa menawarkan sebuah 'pilihan baru bagi jutaan orang' yang mengalami depresi, menurut sebuah laporan dari jurnal medis Lancet, sebagaimana dilansir dari BBC, Kamis (23/4).

Berdasarkan jurnal medis tersebut, para peneliti telah mencoba terapi ini untuk mengganti pil anti depresan yang memiliki risiko kambuh kembali. Mereka berhasil.

Para terapis kemudian melatih orang-orang untuk memfokuskan pikirkan mereka dan memahami pikiran negatif yang datang dan pergi.


Para dokter di Wales, Inggris, didorong untuk melakukan hal tersebut kepada pasien-pasien mereka.

Pasien yang memiliki depresi klinis sering medapatkan obat-obatan anti depresan jangka panjang untuk mencegah kembalinya depresi.

Para ahli juga sering menekankan terapi obat ini masih penting bagi banyak orang.

Namun, sebuah penelitian dilakukan atas 212 orang risiko depresi di Inggris untuk mengikuti sebuah kursus terapi kognitif berbasis kesadaran (MBCT) sembari mengurangi pengobatan mereka.

Pasien ikut sesi grup di mana mereka belajar meditasi dan kemampuan berpikir secara utuh, penuh dan sadar.

Dalam latihan itu, meditasi kesadaran ini ditujukan untuk membuat pasien lebih peka terhadap diri mereka sendiri, mampu mengontrol masa depan mereka dan mengetahui kapan mereka berada dalam situasi penuh risiko.

Terapi ini juga bertujuan untuk membantu pasien lebih fokus pada masa sekarang, mengenali tahapan awal dari depresi dan merespon dengan cara yang tidak memicu insiden lebih lanjut.

Peneliti membandingkan hasil ini kepada 212 orang lainnya yang terus mengikuti kursus pengobatan selama dua tahun.

Diakhir penelitian, sejumlah orang yang masih mengambil obat anti depresan kembali kambuh. Sementara, mereka yang mengambil meditasi menunjukkan berkurangnya depresi.

Peneliti mengatakan penemuan ini menunjukkan terapi kognitif berbasis kesadaran bisa menyediakan alternatif baru bagi orang yang tidak mau mengambil obat-obatan untuk jangka panjang.

Dalam laporan mereka, mereka menyimpulkan," mungkin menjadi sebuah pilihan baru bagi jutaan orang dengan gejala depresi berulang atau obat-obatan rutin."

Sementara, Nigel Reed, partisipan penelitian, mengatakan berpikir secara sadar memberinya satu kemampuan yang bisa digunakannya untuk tetap bugar dan fit dalam jangka panjang.

"Daripada mengandalkan penggunaan obat anti depresi terus menerus, berlatih pikiran sadar membuatku berada dalam kontrol atas masa depanku, menemukan kapan aku berada dalam risiko depresi dan membuat perubahan yang kubutuhkan untuk hidup fit."

Penemuan Penting

Gwen Adshead, psikiater dari Royal College of Psychiatrists, mengatakan penemuan ini sangat penting dari sudut pandang orang yang hidup dengan depresi dan mencoba terlibat dalam penemuan mereka sendiri.

"Dan ini menghasilkan bukti bahwa terapi kognitif berbasis kesadaran sangat berguna bagi segala jenis depresi dan bahkan semestinya bisa menggantikan pengobatan anti depresan bagi orang dengan gejala depresi parah yang butuh pengobatan rumah sakit atau punya keinginan bunuh diri."

Para ahli juga mengingatkan agar pasien yang ingin mengurangi obat-obatan anti depresan mereka berkonsultasi dengan ahli medis.

Eduard Vieta, seorang Profesor Psikiatri dari University of Barcelona, Spanyol, mengatakan masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk menentukan seberapa efektif terapi itu bagi penderita depresi. (utd/utd)