Trik Itang Yunasz Tekan Biaya Produksi di Bisnis Fesyen
Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Sabtu, 02 Mei 2015 17:14 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam industri fesyen, nilai tak hanya dihitung dari estetika semata. Efisiensi dan keuntungan juga harus dipertimbakan dengan matang. Percuma produk bagus tak bertahan lama lantaran kehabisan dana, bukan?
Hal inilah yang diperhatikan betul oleh desainer Itang Yunasz. Lama belajar tentang industri fesyen, membuat ia piawai menciptakan produk berkualitas dengan harga yang masih terjangkau.
Salah satunya tergambar dari keputusan Itang untuk menggunakan teknik printing pada baju koleksinya. Untuk membuat motif, ia lebih banyak menggunakan rotary printing dibandingkan digital printing.
"Digital printing kan hasil jepretan foto, langsung dituangkan di printing persis apa yang kita lihat," kata Itang saat ditemui usai acara peragaan busananya di Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Disitulah keunggulan digital, kata Itang. Ia berujar, apa yang dilihat oleh mata akan sama persis tertuang dalam kain yang dicetak.
Sementara itu, rotary printing memiliki teknik yang berbeda lagi. "Rotari dilukis tangan atau komputer juga bisa. Cuma ada hal yang harus di zoom supaya mencapai persis titik yang diinginkan," ujar Itang menjelaskan.
Yang jelas, dari kedua teknik printing tersebut, rotary printing bisa menekan biaya produksi. "Digital tidak bisa menekan harga seperti yang dibuat rotary. Bisa enam kali lipat dari harga yang rotary," ujar Itang.
Cara-cara seperti ini tentunya diperlukan untuk menekan biaya produksi. Mungkin inilah yang menjadi salah satu rahasia Itang yang bisa menciptakan produk dengan gaya berkelas, namun harganya bersahabat di kantong.
(utw/utw)
Hal inilah yang diperhatikan betul oleh desainer Itang Yunasz. Lama belajar tentang industri fesyen, membuat ia piawai menciptakan produk berkualitas dengan harga yang masih terjangkau.
Salah satunya tergambar dari keputusan Itang untuk menggunakan teknik printing pada baju koleksinya. Untuk membuat motif, ia lebih banyak menggunakan rotary printing dibandingkan digital printing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disitulah keunggulan digital, kata Itang. Ia berujar, apa yang dilihat oleh mata akan sama persis tertuang dalam kain yang dicetak.
Sementara itu, rotary printing memiliki teknik yang berbeda lagi. "Rotari dilukis tangan atau komputer juga bisa. Cuma ada hal yang harus di zoom supaya mencapai persis titik yang diinginkan," ujar Itang menjelaskan.
Yang jelas, dari kedua teknik printing tersebut, rotary printing bisa menekan biaya produksi. "Digital tidak bisa menekan harga seperti yang dibuat rotary. Bisa enam kali lipat dari harga yang rotary," ujar Itang.
Cara-cara seperti ini tentunya diperlukan untuk menekan biaya produksi. Mungkin inilah yang menjadi salah satu rahasia Itang yang bisa menciptakan produk dengan gaya berkelas, namun harganya bersahabat di kantong.
(utw/utw)