Punya idola yang sangat dikagumi memang sah-sah saja. Tapi ketika Anda sudah menjadikan idola itu sebagai kiblat berpenampilan atau berperilaku, Anda perlu berhati-hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya mereka menderita," kata Vera. Ada bagian dari diri mereka yang tidak bisa mereka ekspresikan keluar. "Seperti kasusnya Robin Williams. Lama-lama bisa depresi," ujarnya menjelaskan.
Menurut Vera, para copycat akan selalu hidup di bawah bayang-bayang idolanya. Akibatnya, mereka tidak bisa mengembangkan potensi diri mereka sendiri.
Dan bayangkan jika seorang copycat kehilangan role modelnya. Apa yang terjadi?
Vera menjelaskan mereka akan mengalami kebingungan. Dalam psikologi ini disebut identity confusion. Akhirnya mereka pun akan mencari pelarian lain dan tetap tidak menjadi diri sendiri. "Bisa mencari sosok lain atau bisa depresi sendiri kalau enggak ada yang menggantikan," ujarnya.
(mer/mer)