Keunikan Indonesia dalam Kebaya Marga Alam
Hanna Azarya Samosir | CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2015 16:25 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia kaya akan budaya yang unik. Salah satunya adalah kebaya. Marga Alam mencoba merangkum keunikan tersebut dalam rangkaian rancangan kebayanya yang diperagakan dalam ajang Jakarta Fashion and Food Festival, Jakarta, Rabu (20/5).
Padu padan kebaya dan kain tenun Nusantara menjadi payung besar koleksi kebaya Marga kali ini. Tak meninggalkan ciri khasnya, kemewahan tetap terpancar dalam setiap kebaya.
Kebaya pertama langsung mengikat perhatian dengan kain tipis berbordir yang menjuntai dari konde peraga dan melebar hingga ke betis. Songket dengan detail batu bersinar menunjang kemewahan kebaya yang hanya menggunakan bordir sederhana.
Perpaduan warna yang apik juga terlihat pada kebaya kedua. Kebaya dengan leher dihiasi bordir emas tersebut berpadu sempurna dengan songket keemasan.
Dalam koleksi kedua, Marga menyuguhkan kebaya yang lebih modern. Salah satu kebaya berwarna abu-abu ditaburi payet perak. Bagian pundak hingga ke bawah membelah dada dibiarkan tak berbordir dan payet. Wilayah kosong ini membuat kebaya terkesan sangat modern.
Warna songket yang dipilih pun senada dengan kebaya. Songket biru dengan ornamen pink tersebut mengkilat sehingga selaras dengan kebaya.
"Tema koleksi kali ini memang padu padan kain Nusantara seperti tenun, batik, dan songket. Intinya, keunikan Indonesia saya angkat dalam karya," ujar Marga.
(utw/utw)
Padu padan kebaya dan kain tenun Nusantara menjadi payung besar koleksi kebaya Marga kali ini. Tak meninggalkan ciri khasnya, kemewahan tetap terpancar dalam setiap kebaya.
Salah satu kebaya rancangan Marga Alam. (CNN Indonesia/ Hanna Azarya Samosir) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perpaduan warna yang apik juga terlihat pada kebaya kedua. Kebaya dengan leher dihiasi bordir emas tersebut berpadu sempurna dengan songket keemasan.
Dalam koleksi kedua, Marga menyuguhkan kebaya yang lebih modern. Salah satu kebaya berwarna abu-abu ditaburi payet perak. Bagian pundak hingga ke bawah membelah dada dibiarkan tak berbordir dan payet. Wilayah kosong ini membuat kebaya terkesan sangat modern.
Warna songket yang dipilih pun senada dengan kebaya. Songket biru dengan ornamen pink tersebut mengkilat sehingga selaras dengan kebaya.
"Tema koleksi kali ini memang padu padan kain Nusantara seperti tenun, batik, dan songket. Intinya, keunikan Indonesia saya angkat dalam karya," ujar Marga.
(utw/utw)
Salah satu kebaya rancangan Marga Alam. (CNN Indonesia/ Hanna Azarya Samosir)