'Jurus 242' Agar Tak Kurang Minum Saat Berpuasa

Nadi Tirta Pradesha | CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2015 14:16 WIB
Bagi umat Muslim yang menjalankan puasa, tentu menjaga kondisi badan agar tetap segar dalam berkegiatan merupakan tantangan. Ilustrasi (Thinkstock/4774344sean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi umat Muslim yang menjalankan puasa, tentu menjaga kondisi badan agar tetap segar dalam berkegiatan merupakan tantangan. Terutama menyoal asupan air mineral ke dalam tubuh.

Karena mineral tak diproduksi oleh tubuh, maka zat esensial ini harus diperoleh dari sumber lain. Namun, minum air merupakan pantangan dalam berpuasa. Lantas bagaimana menyiasati agar tubuh tetap segar saat berpuasa?

"Kita perlu mengatur pola minum agar tidak kurang minum air putih. Para ahli hidrasi Indonesia merekomendasikan pola minum 242, yaitu dengan meminum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur," ujar dr. Jack Pradono Handojo, MHA selaku Health Marketing Director Danone AQUA, dalam diskusi media yang bertempat di Harum Manis Resto, Jakarta, Rabu (3/6).


Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Sri Sukmaniah MSc, SpGK juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, konsumsi air putih pada saat berbuka kalah bersaing dengan makanan atau minuman manis. Kebiasaan yang kurang tepat ini justru dapat menghasilkan penimbunan lemak.

"Jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi minuman manis berkalori tinggi secara berlebih pada saat buka puasa, maka dapat terjadi penimbunan kalori berupa lemak. Padahal, seharusnya puasa justru dapat menjadi kiat membantu mengurangi berat badan atau mempertahankan berat badan jika dijalankan dengan asupan gizi dan nutrisi yang sehat," kata dr Sri.

Menurutnya, air putih merupakan cairan paling alami untuk menghidrasi tubuh manusia. Kalori dari pemanis, pewarna dan pengawet merupakan zat yang absen dari air mineral, sehingga tubuh tak harus bekerja lebih dalam mengolahnya.

Air mempunyai fungsi sebagai media eliminasi toksin dan produk sisa metabolisme, yang mana dikeluarkan dalam bentuk urine. Bagi Muslim yang berpuasa pun dianjurkan melihat warna urine untuk menentukan apakah asupan air mineral sudah cukup atau belum.

"Untuk mengetahui kecukupan minum kita pada bulan Ramadan, kita bisa mengetahuinya dengan mencermati warna urine kita. Bila warna urine kita terlihat kuning cerah, maka kita telah cukup terhidrasi,” kata dr Jack.

Bila warna urine terlihat kuning pekat, maka Anda mengalami dehidrasi. Bila ini terjadi sebaiknya segera minum dalam jumlah yang cukup. “Namun perlu diingat warna urine juga dipengaruhi oleh obat-obatan yang kita konsumsi," ucap dr Jack.


(mer/mer)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER