400 Juta Orang Tidak Punya Akses ke Layanan Kesehatan Penting

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 15/06/2015 12:48 WIB
400 Juta Orang Tidak Punya Akses ke Layanan Kesehatan Penting Diperkirakan 400 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke setidaknya satu dari tujuh layanan kesehatan penting. (Getty images/ Brian Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diperkirakan 400 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke setidaknya satu dari tujuh layanan kesehatan penting. Mulai dari akses terhadap perawatan kehamilan sampai akses terhadap air bersih. Hal ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Bank Dunia.

Di saat yang sama, banyak orang memiliki akses ke layanan-layanan kesehatan penting dari sebelumnya, meskipun dengan cakupan kesenjangan tetap, berdasarkan laporan tersebut.

Laporan, yang meneliti survei dari 37 negara pada 2002 sampai 2012 ini, adalah penelitian pertama yang melacak kemajuan kesehatan secara universal, seperti dilansir dari Reuters.


Tujuan dari cakupan universal ini, agar semua warga negara memiliki akses ke layanan kesehatan tanpa mengalami kesulitan keuangan untuk membayar kesehatan. Kemungkinan, cakupan kesehatan universal ini akan dimasukkan ke dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Laporan ini menemukan, rata-rata 1,8 persen orang di seluruh dunia mengalami 'pengeluaran kesehatan bencana', yang membuat mereka harus mengeluarkan biaya lebih dari seperempat pengeluaran rumah tangga, pada tahun sebelumnya.

Sementara, enam persen berujung atau jatuh di bawah garis kemiskinan ekstrem karena harus mengeluarkan US$ 1,25 per hari atau sekitar Rp 17 ribu untuk biaya kesehatan. Ketika ukuran kemiskinan dinaikkan menjadi US$ 2 atau sekitar Rp 30 ribu, angka tersebut naik menjadi 17 persen.

Namun, penelitian terhadap 23 negara yang menghitung seperdelapan dari populasi dunia menemukan proporsi orang-orang yang mengalami 'pengeluaran kesehatan bencana' turun sebesar 29 persen antara 2000 dan 2011. Pembayaran beban kesehatan yang dapat memiskinkan penduduk turun 24 persen dibandingkan periode yang sama.

Laporan itu mengatakan, cakupan kesehatan universal adalah tujuan yang dapat dicapai, dan menunjukkan ke arah tersebut. Tujuan program ini menjadi kontroversi, terutama pada beberapa negara maju, termasuk Amerika Serikat, di mana perdebatan untuk struktur, pendanaan, dan kelayakan program universal, terus berlanjut.


(win/mer)