Laura menderita alergi matahari yang disebut actinic prurigo. Saat terpapar sinar UVA dan UVB, kulitnya akan terbakar, lecet, dan terasa seolah-olah meleleh di bawah sinar matahari. Karena kondisi tersebut, ia pun dijuluki vampir di kehidupan nyata oleh anak-anaknya.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laura juga mengaku tak bisa bermain bersama anak-anaknya di laut karena tubuhnya harus benar-benar tertutup pakaian agar tidak terpapar matahari.
“Anak-anak saya sekarang menjuluki saya dengan vampir,” katanya.
Laura baru didiagnosis penyakit tersebut pada awal tahun ini. Sebelumnya, ketika ia mengunjungi dokter karena mengalami ruam dan luka bakar, dokter selalu salah mendiagnosisnya. Dia baru didiagnosis actinic prurigo pada Februari lalu oleh dokter di Salford Royal Hospital setelah menjalani empat hari pemeriksaan.
Sejak didiagnosis penyakit seumur hidup tersebut, ia harus menghindari keluar rumah antara pukul 11 siang hingga 3 sore. Ia juga harus berhati-hati memilih baju, tidak boleh mengenakan pakaian berwarna putih yang bisa memantulkan sinar ke kulitnya.
Actinic prurigo merupakan kondisi langka sensitivitas di kulit yang disebabkan oleh sinar matahari. Saat terpapar matahari, kulitnya akan mengalami ruam, bintik-bintik merah, lecet, atau benjolan. Ruam yang ditimbulkan dapat menyebabkan keropeng dan meninggalkan bekas luka.
(mer)