Ponsel Dapat Menghancurkan Otak Manusia

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2015 04:45 WIB
Ponsel Dapat Menghancurkan Otak Manusia Ilustrasi: Lebih banyak orang yang dapat mengucapkan nomor telepon kantor, sekitar 45 persen, dari nomor telepon anak mereka. (Getty images/ Thinkstock/Ingram Publishing)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penelitian sains mencoba membuktikan bahwa ponsel dapat menghancurkan otak manusia.

Penelitian terbaru yang dilakukan terhadap sekitar 1000 orang di Amerika melaporkan, orang-orang tersebut tidak dapat mengucapkan kembali nomor telepon utama mereka lagi. Sebaliknya, mereka percaya ponsel dapat menjaga informasi yang mereka butuhkan di dalam file.

Sebuah perusahaan keamanan perangkat lunak Kaspersky Lab menemukan, 70 persen peserta mengetahui nomor telepon pasangan mereka dengan memori, hanya 35 persen yang tahu nomor anak-anak mereka. Lalu sekitar 51 persen, orang tidak tahu nomor telepon teman mereka tanpa harus melihat  data yang disimpan.


Mengejutkannya, lebih banyak orang yang dapat mengucapkan nomor telepon kantor, sekitar 45 persen, dari nomor telepon anak mereka. Namun, bukan hanya nomor telepon yang kita lupakan. Setengah dari peserta penelitian mengatakan, mereka akan mencari di internet sebelum mencoba mengingat fakta.

Para ilmuwan sudah memberikan nama untuk gejala ini. Amnesia digital. “Seluruh tren teknologi komunikasi tampaknya mengkhawatirkan sampai tingkat tertentu,” kata Maria Wimber, profesor psikologi di Universitas Birmingham, Inggris, dalam penelitiannya.

Dia mengatakan, informasi pribadi seperti nomor telepon 'sangat rentan', sebagai lawan pengetahuan umum yang selalu dapat diperoleh kembali dari internet. Pada masyarakat yang amat bergantung pada teknologi, taruhan emosional sangat tinggi.

Banyak responden mengatakan, mereka jadi kewalahan oleh kesedihan ketika kehilangan ponsel mereka. Beberapa bahkan mengatakan bahwa mereka akan menjadi panik.

Sekitar enam puluh tujuh persen peserta dapat mengingat nomor telepon mereka antara usia 10 sampai 15 tahun. Ini menunjukkan bahwa ingatan kita lebih baik sebelum memakai ponsel. Namun, menghafal  tampaknya akan menjadi usang di masa depan pula.

“Kami tidak ingat semuanya karena tidak ada keuntungan kita untuk melakukannya,” kata Kathryn Mills dari Institut Ilmu Saraf Kognitif, Universitas College London, seperti dilansir dari laman NY Daily. Dia menambahkan, menghafal adalah sebuah keterampilan.

Tapi, “bisa menghafal adalah keterampilan penting untuk dimiliki hanya jika kita membutuhkannya.”


(win/win)