Hal tersebut berdasarkan penelitian terbaru di Amerika Serikat. Para ilmuwan menemukan, stres selama masa kanak-kanak dapat menyebabkan masalah kenaikan berat badan di masa dewasa.
Namun, dampak ini semata-mata ada pada perempuan. Menurut penelitian, baik itu terjadi di masa anak-anak ataupun dewasa, stres tidak memiliki dampak pada kenaikan berat badan untuk laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti melihat data dari lembaga Amerika Changing Lives, survei nasional di mana peserta diwawancarai empat kali dalam jangka waktu lima belas tahun. Ilmuwan melibatkan sekitar 3.617 orang, yang terdiri dari 2.259 perempuan dan 1.358 laki-laki.
Sementara, stres ketika dewasa di antaranya faktor-faktor seperti kehilangan pekerjaan, kematian seseorang yang penting dalam hidupnya, dan stres orang tua.
Perempuan yang mengalami tingkat stres lebih tinggi ketika masih anak-anak mengalami penambahan berat badan yang lebih cepat, dibandingkan perempuan yang mengalami stres masa kecil lebih sedikit.
Perubahan massa tubuh adalah proses sepanjang hidup, kata Liu. Masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk membangun pola yang berdampak jangka panjang untuk berat perempuan dari waktu ke waktu.
(win/mer)