Bukan cuma pertanyaan kapan kawin, tapi juga beberapa pertanyaan lain, misalnya, 'kapan punya anak?' atau 'sudah punya pacar belum?' Risih rasanya ketika harus mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Yang paling penting, Anda tahu dengan apa yang diinginkan
Pikirkan tentang hal ini dan tentukan sendiri apa yang terbaik untuk Anda. Jangan pernah ambil keputusan untuk menikah hanya karena Anda memang harus menikah. Menikahlah karena Anda memang ingin bersama dengan orang yang Anda cintai dan juga sudah siap, bukan karena hanya karena terpaksa atau tuntutan.
2. Beritahu orang terdekat Anda
Tak jarang, orang terdekat Anda memberikan waktu yang berat dan sulit untuk Anda. Setelah Anda tahu apa keinginan Anda, beritahu pemikiran dan juga rencana Anda kepada orang tersebut. Komunikasikan kepada mereka, sehingga mereka bisa paham posisi dan keinginan Anda.
3. Jangan goyah di bawah tekanan teman sebaya
Seringkali perempuan merasa lebih tertekan untuk segera menikah hanya karena teman sebaya sudah menikah. Beberapa orang akan terus berdebat dengan Anda dan tetap pada pendiriannya tentang urusan pernikahan.
Inilah saatnya untuk menujukkan bahwa Anda juga punya pendirian serta pemikiran sendiri yang tak kalah seirus. Lakukanlah apa yang terbaik untuk Anda dan tetaplah teguh dengan keputusan Anda. Hanya saja ini tak berarti kalau Anda benar-benar keras kepala dan tak mau mendengar orang lain. Anda harus punya alasan yang tepat tentang keputusan ini.
4. 'Jauhkan diri' dari orang yang tak bisa terima dengan keputusan Anda
Seorang kerabat dan teman yang baik adalah orang yang mau menerima dan menghargai keputusan Anda.
5. Ingat, menikah bukan perlombaan
Pernikahan bukalah sebuah hal yang bisa buru-buru dilakukan. Menikah bukanlah sebuah perlombaan, siapa yang bisa lebih dulu menikah. Menikahi orang yang salah, atau menikah karena terpaksa akan memiliki dampak mental dan kesehatan yang sangat panjang untuk diri Anda dan pasangan.
Anda harus sadar bahwa orang lain tak bisa membuat keputusan untuk hidup Anda. Ini adalah soal sisa hidup Anda di kemudian hari. Teman dan keluarga mungkin punya niat dan tujuan yang baik, tapi lagi-lagi, Anda adalah pengambil keputusan untuk hidup Anda. Untuk itu, lakukanlah apa yang terbaik untuk hidup Anda dalam jangka panjang. (chs/chs)